News Update

Sinar Mas Asuransi Syariah Siap Tampung Portofolio Asuransi yang Tutup Unit Syariah

Poin Penting

  • Sinar Mas Asuransi Syariah membuka peluang pengalihan portofolio dari perusahaan asuransi yang menutup unit usaha syariahnya.
  • Pengalihan portofolio sudah berlangsung sebelumnya, dengan total empat perusahaan telah mengalihkan portofolionya sejak periode sebelumnya.
  • Spin-off unit usaha syariah dinilai menantang, terutama dari sisi permodalan, mendorong sebagian perusahaan memilih penutupan atau pengalihan portofolio.

Jakarta – PT Sinar Mas Asuransi Syariah kembali membuka peluang menerima pengalihan portofolio dari perusahaan asuransi yang memutuskan tidak melanjutkan spin-off unit usaha syariahnya.

Direktur Utama PT Sinar Mas Asuransi Syariah, Daniel Armagatlie mengungkapkan, pihaknya telah menerima pengalihan portofolio dari sejumlah perusahaan asuransi yang menutup unit usaha syariah.

“Jadi kita sudah ada beberapa yang memberikan ke kita dari asuransi yang menutup unit usaha syariahnya untuk dialihkan ke kita,” ujar Daniel di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Baca juga: Resmi Berdiri, Ini Fokus Bisnis Sinar Mas Asuransi Syariah di Tahun Pertama

Daniel menuturkan, pengalihan portofolio bukan hal baru bagi perseroan. Proses serupa telah dilakukan beberapa kali pada periode sebelumnya.

“Jadi kita dari sebelum-sebelumnya sudah ada empat perusahaan,” jelasnya.

Kewajiban Spin-Off Tertunda Pandemi

Ia menjelaskan, kewajiban spin-off unit usaha syariah telah disosialisasikan sejak 2021 dengan target awal pelaksanaan pada 2024. Namun, pandemi Covid-19 menyebabkan penundaan hingga 2026.

“Jadi kan informasi mengenai spin-off sudah dari tahun 2021, harusnya kita spin-off dari 2024 tapi karena Covid-10 delay ke 2026,” bebernya.

Dalam periode tersebut, sejumlah perusahaan menilai keberlanjutan spin-off menghadapi tantangan, terutama dari sisi permodalan dan kesiapan bisnis.

Kondisi tersebut mendorong sebagian perusahaan memilih menutup unit usaha syariah dan mengalihkan portofolionya.

“Jadi itu yang sudah sebagian kita terima pengalihannya (portofolio peserta),” akunya.

Baca juga: BTN Mau Dirikan Anak Usaha Asuransi dan Multifinance, Siapkan Dana Segini

Adapun bagi unit usaha syariah yang statusnya belum jelas, Daniel menyebut terdapat sejumlah opsi yang dapat ditempuh, mulai dari masuknya investor baru, penggabungan usaha (merger), hingga penutupan unit usaha.

Saat ini, tercatat enam perusahaan asuransi telah berstatus full pledge. Sinar Mas Asuransi Syariah sendiri resmi beroperasi sebagai perusahaan asuransi syariah full pledge sejak awal 2026.

Dengan masih adanya unit usaha syariah di Indonesia, pengalihan portofolio dapat dilakukan kepada perusahaan full pledge yang siap secara operasional apabila unit tersebut memutuskan tidak melanjutkan spin-off. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Kredit Berkelanjutan BCA Tembus Rp225 Triliun di 2025, Naik 11,7 Persen

Poin Penting Kredit berkelanjutan BCA tumbuh 11,7 persen yoy menjadi Rp255 triliun per Desember 2025,… Read More

15 mins ago

BCA Naikkan Target Pertumbuhan Kredit Jadi 10 Persen pada 2026

Poin Penting BCA menargetkan pertumbuhan kredit 8-10% pada 2026, naik dari realisasi 2025 sebesar 7,7%.… Read More

24 mins ago

Bos BCA Ingin Bertemu Thomas Djiwandono Usai Terpilih Jadi DG BI, Mau Bahas Apa?

Poin Penting Presiden Direktur BCA Hendra Lembong berencana bertemu Thomas Djiwandono setelah resmi dilantik sebagai… Read More

31 mins ago

KSSK Klaim Sistem Keuangan RI Kuartal IV 2025 Terjaga Stabil

Poin Penting Stabilitas sistem keuangan nasional terjaga hingga kuartal IV 2025, didukung sinergi dan koordinasi… Read More

49 mins ago

BCA Kantongi Laba Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 4,9 Persen

Poin Penting BCA membukukan laba Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9 persen yoy, ditopang pertumbuhan kredit 7,7… Read More

2 hours ago

BGN Tegaskan Sekolah Boleh Tolak MBG, Asal Alasan Ini Terpenuhi

Poin Penting BGN menegaskan tidak ada pemaksaan bagi sekolah untuk menerima program Makan Bergizi Gratis… Read More

2 hours ago