News Update

Sinar Mas Asuransi Syariah Resmi Mandiri, AASI Beri Apresiasi

Poin Penting

  • Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menyambut positif PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) yang resmi mandiri, dinilai sebagai komitmen memajukan industri asuransi syariah.
  • Kehadiran SMAS memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional, seiring bertambahnya perusahaan asuransi syariah full-fledged.
  • SMAS mencatat kinerja solid dan menyiapkan ekspansi bisnis, termasuk asuransi mikro, surety syariah, dan penjaminan sukuk.

Jakarta – Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Rudy Kamdani menyambut positif transformasi PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) yang kini berdiri sebagai entitas mandiri (full-fledged) setelah resmi memisahkan diri dari induk perusahaan.

Menurut Rudy, transformasi tersebut tidak sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperkuat dan memajukan industri asuransi syariah di Indonesia.

“Transformasi PT Asuransi Sinar Mas Syariah dari unit usaha menjadi perusahaan asuransi syariah yang berdiri mandiri bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi mencerminkan komitmen dan kesungguhan dalam membangun serta memajukan industri asuransi syariah di Indonesia, baik dari sisi bisnis maupun nilai dan spiritnya,” ujarnya, di Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

Baca juga: BTN Mau Dirikan Anak Usaha Asuransi dan Multifinance, Siapkan Dana Segini

Sementara itu, Deputi Direktur Promosi dan Kerja Sama Strategis Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Inza Putra menilai kehadiran SMAS turut memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.

“Dengan bertambahnya satu perusahaan asuransi syariah yang berdiri penuh, hal ini menjadi penanda bahwa ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia terus berkembang,” ujarnya.

Ia berharap SMAS dapat terus bersaing, tumbuh berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kinerja UUS dan Arah Bisnis ke Depan

Sebagai informasi, selama beroperasi sebagai Unit Usaha Syariah (UUS), Asuransi Sinar Mas Syariah mencatat kinerja solid. Hingga Desember 2025 (unaudited), UUS ASM membukukan kontribusi sebesar Rp168 miliar, surplus underwriting Rp36 miliar, serta rasio solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) sebesar 931,87 persen.

Baca juga: Resmi Berdiri, Ini Fokus Bisnis Sinar Mas Asuransi Syariah di Tahun Pertama

Saat ini, portofolio bisnis SMAS didominasi oleh asuransi kendaraan bermotor, asuransi harta benda, dan produk Simas Super Cover Syariah.

Ke depan, SMAS menargetkan peningkatan kontribusi dari lini asuransi mikro, asuransi pengangkutan, asuransi surety syariah, dan penjaminan sukuk. 

SMAS juga membidik segmen pasar ritel, komersial, dan korporasi melalui kemitraan strategis dengan bank dan multifinance syariah, UMKM, serta ekosistem haji dan umrah, yang didukung penguatan kanal distribusi digital melalui website dan marketplace. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Cara Adira Finance Membaca Arah Pembiayaan di Awal 2026

Poin Penting Adira Finance mengedepankan solusi pembiayaan relevan dengan kondisi daya beli dan perilaku konsumen… Read More

7 mins ago

Penetrasi Asuransi Masih Rendah, Ini Strategi Sun Life Indonesia di 2026

Poin Penting Sun Life Indonesia menitikberatkan edukasi finansial, perluasan akses asuransi, dan inovasi layanan berbasis… Read More

29 mins ago

Segini Kekayaan Thomas Djiwandono yang Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI

Poin Penting Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung usai lolos fit… Read More

2 hours ago

Rupiah Ditutup Menguat, Efek Thomas Djiwandono Terpilih Jadi DG BI?

Poin Penting Nilai tukar rupiah menguat 0,23 persen ke level Rp16.782 per dolar AS setelah… Read More

2 hours ago

Tok! Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI Gantikan Juda Agung

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda… Read More

3 hours ago

BTN Mau Dirikan Anak Usaha Asuransi dan Multifinance, Siapkan Dana Segini

Poin Penting BTN akan mendirikan anak usaha asuransi umum (modal ±Rp250 miliar) dan multifinance (investasi… Read More

4 hours ago