Ilustrasi: Tips mengelola keuangan. /isitmewa
Jakarta – Masa depan penuh dengan ketidakpastian, dan tanpa perencanaan keuangan yang matang, risiko finansial bisa menjadi beban berat.
Head of Sequis Training Academy of Excellence, Ferry Chandra Gunawan mengungkapkan, salah satu kesalahan umum adalah menunda persiapan dana pensiun hingga usia mendekati pensiun. Padahal, semakin cepat seseorang mulai menyiapkan dana hari tua, semakin ringan beban yang harus ditanggung.
“Keputusan untuk menunda persiapan pensiun bisa menyebabkan generasi sandwich berikutnya, di mana anak harus menanggung biaya hidup orang tua sekaligus keluarganya sendiri,” kata Ferry, dikutip Minggu (2/3).
Di samping dana pensiun, memiliki dana darurat juga penting untuk menghadapi situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau biaya pengobatan mendadak. Idealnya, dana darurat setara dengan 6 hingga 12 bulan pengeluaran agar kestabilan finansial tetap terjaga dalam kondisi sulit.
Baca juga: Regulasi Baru OJK Dinantikan, Klaim Asuransi Jiwa 2024 Tembus Rp160 Triliun
Namun, sering kali pengeluaran yang tidak terkontrol menjadi hambatan dalam menyiapkan dana ini. Gaya hidup konsumtif dan utang yang tidak dikelola dengan baik dapat memperburuk kondisi keuangan di masa depan.
Risiko kesehatan juga menjadi ancaman besar terhadap kestabilan finansial. Penyakit kritis seperti kanker atau stroke tidak hanya membutuhkan biaya besar, tetapi juga bisa berdampak pada produktivitas kerja.
“Serangan penyakit kritis bisa menjadi babak baru kehidupan yang sulit karena biaya pengobatan yang besar dan risiko kehilangan penghasilan,” tambah Ferry.
Oleh karena itu, memiliki perlindungan keuangan yang tepat dapat membantu seseorang tetap bertahan dalam menghadapi kondisi tak terduga.
Baca juga: Bos Sompo Insurance Beberkan Tantangan Industri Asuransi di 2025
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Sequis meluncurkan tiga produk asuransi baru, yaitu Sequis Q Heritage Income Protector yang dirancang untuk membantu persiapan dana pensiun, serta SOFI Critical Premiere dan SOFI Critical Infinity yang menawarkan perlindungan terhadap penyakit kritis.
Dengan proteksi yang tepat, individu dan keluarga bisa lebih tenang dalam menghadapi masa depan, tanpa khawatir dengan risiko finansial yang mungkin terjadi. Mengelola keuangan bukan sekadar soal menabung, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan, agar masa depan tetap aman dan stabil. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Asia Pasifik menyumbang 27 persen dari total insiden siber global pada 2025 dengan… Read More
Poin Penting Bank Jateng percepat ekspansi Kredit Kendaraan Bermotor dengan target 100.000 unit tahun ini.… Read More
Poin Penting RedDoorz membidik kenaikan pendapatan 20 persen menjelang Lebaran 2026. Kota seperti Garut, Tasikmalaya,… Read More
Poin Penting Rupiah melemah dibuka di Rp16.788 per dolar AS turun 0,17 persen dari penutupan… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS naik pada Jumat, 27 Februari 2026, dibandingkan… Read More
Poin Penting Pada pembukaan 27 Februari 2026, IHSG turun 0,30% ke level 8.210,43 dengan 663,67… Read More