Penandatanganan Perjanjian Bisnis Soil Stabilization di Kantor Taiheiyo Cement Corporation, Tokyo, Jepang, pada Januari 2026 lalu.
Poin Penting
Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperluas strategi bisnisnya dengan menggandeng Taiheiyo Cement Corporation untuk mengembangkan bisnis stabilisasi tanah atau soil stabilization di Indonesia.
Kerja sama ini ditujukan untuk menjawab tantangan kondisi tanah yang beragam sekaligus membuka pasar baru di sektor konstruksi.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan, bisnis stabilisasi tanah merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan dalam memperkuat portofolio solusi bahan bangunan.
Menurutnya kebutuhan terhadap teknologi stabilisasi tanah semakin meningkat seiring dengan pembangunan infrastruktur di wilayah dengan kondisi tanah yang tidak stabil.
Baca juga: Komitmen SIG Lindungi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4 di Sulsel
“Kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation dalam bisnis soil stabilization sekaligus menjadi langkah strategis ekspansi bisnis SIG untuk menciptakan peluang pasar baru,” ujarnya dikutip 14 Maret 2026.
Soil stabilization merupakan material yang digunakan untuk meningkatkan kepadatan dan daya dukung tanah lunak, seperti tanah gambut, tanah ekspansif, maupun tanah liat laut, sehingga dapat menopang konstruksi bangunan atau jalan secara lebih stabil.
Kerja sama ini mencakup pengembangan produk, produksi, hingga distribusi. Sejumlah entitas bisnis turut terlibat dalam kolaborasi tersebut, di antaranya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Mitra Kiara Indonesia, dan Taiheiyo International Indonesia.
President and Representative Director Taiheiyo Cement Corporation Yoshifumi Taura mengatakan stabilisasi tanah menjadi salah satu area kolaborasi strategis antara kedua perusahaan sejak kemitraan keduanya terjalin.
Baca juga: Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China
Ia menilai sinergi kemampuan antarperusahaan dalam kerja sama ini dapat memperkuat jaringan penjualan sekaligus memperluas penetrasi pasar.
“Kami meyakini bahwa sinergi kapabilitas kelima perusahaan akan mempercepat penyediaan solusi berkualitas tinggi yang berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan berkelanjutan Indonesia,” tandasnya.
Bagi SIG, pengembangan bisnis stabilisasi tanah juga menjadi bagian dari upaya mencari sumber pertumbuhan baru di tengah dinamika industri bahan bangunan nasional. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More