Ekonomi dan Bisnis

SIG Gandeng Taiheiyo Cement Garap Bisnis Stabilisasi Tanah

Poin Penting

  • SIG dan Taiheiyo Cement bekerja sama mengembangkan bisnis soil stabilization di Indonesia.
  • Teknologi ini meningkatkan daya dukung tanah lunak agar lebih stabil untuk pembangunan infrastruktur.
  • Kolaborasi melibatkan beberapa entitas untuk pengembangan produk hingga distribusi guna membuka pasar baru.

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperluas strategi bisnisnya dengan menggandeng Taiheiyo Cement Corporation untuk mengembangkan bisnis stabilisasi tanah atau soil stabilization di Indonesia. 

Kerja sama ini ditujukan untuk menjawab tantangan kondisi tanah yang beragam sekaligus membuka pasar baru di sektor konstruksi.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan, bisnis stabilisasi tanah merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan dalam memperkuat portofolio solusi bahan bangunan.

Menurutnya kebutuhan terhadap teknologi stabilisasi tanah semakin meningkat seiring dengan pembangunan infrastruktur di wilayah dengan kondisi tanah yang tidak stabil.

Baca juga: Komitmen SIG Lindungi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4 di Sulsel

“Kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation dalam bisnis soil stabilization sekaligus menjadi langkah strategis ekspansi bisnis SIG untuk menciptakan peluang pasar baru,” ujarnya dikutip 14 Maret 2026.

Soil stabilization merupakan material yang digunakan untuk meningkatkan kepadatan dan daya dukung tanah lunak, seperti tanah gambut, tanah ekspansif, maupun tanah liat laut, sehingga dapat menopang konstruksi bangunan atau jalan secara lebih stabil.

Kerja sama ini mencakup pengembangan produk, produksi, hingga distribusi. Sejumlah entitas bisnis turut terlibat dalam kolaborasi tersebut, di antaranya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Mitra Kiara Indonesia, dan Taiheiyo International Indonesia.

President and Representative Director Taiheiyo Cement Corporation Yoshifumi Taura mengatakan stabilisasi tanah menjadi salah satu area kolaborasi strategis antara kedua perusahaan sejak kemitraan keduanya terjalin.

Baca juga: Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Ia menilai sinergi kemampuan antarperusahaan dalam kerja sama ini dapat memperkuat jaringan penjualan sekaligus memperluas penetrasi pasar.

“Kami meyakini bahwa sinergi kapabilitas kelima perusahaan akan mempercepat penyediaan solusi berkualitas tinggi yang berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan berkelanjutan Indonesia,” tandasnya.

Bagi SIG, pengembangan bisnis stabilisasi tanah juga menjadi bagian dari upaya mencari sumber pertumbuhan baru di tengah dinamika industri bahan bangunan nasional. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

7 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

7 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

10 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

13 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

18 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

18 hours ago