Pasar Modal; Perputaran uang. (Foto: Erman)
Langkah ini dilakukan guna memperkuat struktur permodalan dan pembayaran utang. Dwitya Putra
Jakarta–Emiten ternak dan pakan PT Sierad Produce Tbk (SIPD) akan menerbitkan penawaran umum terbatas saham atau rights issue dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebesar Rp1 triliun.
Wakil Direktur Utama SIPD Eko Putro Sandjojo mengatakan, rencana tersebut akan dilakukan SIPD pada semester II – 2015.
“Kita mengusulkan right issue, meski kepercayaan bank mendukung tapi struktur permodalan harus dipenuhi supaya lebih solid, ” kata Eko kepada wartawan di Jakarta, kemarin, 30 Juli 2015.
Ia menyebutkan peruntukan penerbitan ini selain memperkuat struktur permodalan yang saat ini sudah mencapai Rp1 triliun pula, akan digunakan membayar utang. Sayangnya Eko tidak merinci besaran utang yang akan jatuh tempo tersebut.
“Mengenai rencana rights issue sudah dibicarakan dengan pemegang saham dan standby buyer belum kita kasih tahu nanti takut kena tegur OJK, ” tambahya.
Sebagai informasi, PT Sierad Produce Tbk berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas I kepada para pemegang saham perseroan dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 2.112.999.525 lembar saham seri D, dengan nominal Rp500 per saham.
Disebutkan, setiap pemegang 100 saham perseroan yang namanya tercatat hingga 10 Februari 2015 berhak atas 225 HMETD, dengan 1 HMETD berhak membeli 1 saham baru dan harga pelaksanaan Rp520 per lembar.
Jumlah dana yang diterima dari PUT I ini sebesar Rp1.098.759.753.000. Jade Fields Asset Liminte, Harvest Agents Limited dan Kingdom Industrial Limited menyatakan tidak melaksanakan haknya atas saham-saham baru tersebut. Jika masih terdapat sisa saham PUT I, maka akan diambil oleh PT Great Giant Pinneaple dan PT OCBC Sekuritas Indonesia. (*)
@dwitya_putra14
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More