Perbankan

Siap-siap, Bunga Deposito Bakal Naik Terus

Jakarta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai, tren kenaikan suku bunga simpanan (deposito) akan terus berlanjut secara gradual merespons kenaikan tingkat bunga acuan BI 7-day reverse repo rate yang cukup besar. Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 100 bps menjadi 5,25 persen di periode Mei-Juni 2018.

Direktur Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS Doddy Ariefianto, dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018 mengatakan, untuk suku bunga simpanan valuta asing (valas) potensi kenaikannya lebih terbuka dan besar mengingat spread antara suku bunga dana onshore dan offshore saat ini masih cukup lebar.

“Kenaikan suku bunga dana potensial akan diikuti oleh kenaikan tingkat bunga kredit secara bertahap dan selektif setidaknya dalam 3-6 bulan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, kata dia, rata-rata bunga deposito rupiah bank benchmark LPS pada akhir Juni 2018 mencapai 5,48 persen, atau sudah mengalami kenaikan sebesar 6 bps dari posisi akhir Mei 2018. Hal yang sama juga terjadi pada rata-rata suku bunga minimum yang juga mengalami kenaikan hingga sebesar 4 bps ke posisi 4,71 persen.

Baca juga: LPS: Kenaikan Bunga Acuan Ganggu Penyaluran Kredit

Di sisi lain, lanjut dia, untuk tingkat bunga deposito valas pada periode yang sama juga terpantau naik antara 3–10 bps, terutama pada suku bunga rata-rata dan maksimum. Kenaikan suku bunga dalam rupiah dan valas yang masih terbatas, mengindikasikan bahwa bank secara bertahap melakukan penyesuaian terhadap kenaikan tingkat bunga acuan.

Hingga bulan Mei 2018, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 6,47 persen atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit yang tercatat 10,26 persen. Tingkat pertumbuhan kredit yang berada diatas pertumbuhan DPK pada periode Mei merupakan pola lanjutan dari pola 2 bulan sebelumnya sehingga LDR perbankan terus menunjukkan tren naik menjadi 91,43 persen. 

“Untuk perhimpunan DPK hingga akhir tahun diperkirakan hanya tumbuh 8 persen,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Harga Emas Antam Cs Naik Serentak, Ini Rincian Lengkapnya

Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More

39 mins ago

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.835 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

1 hour ago

Bank INA Optimistis Kredit Tumbuh 15–20 Persen di 2026, Lampaui Target OJK

Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More

1 hour ago

IHSG Kembali Dibuka Naik 0,36 Persen ke Posisi 8.425

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More

2 hours ago

OJK bakal Hapus KBMI 1, Bank INA Bilang Begini

Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More

2 hours ago

IHSG Diprediksi Kembali Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More

3 hours ago