Teknologi

Siapkan Fondasi Evolusi 6G, Huawei Pamerkan 3 Keunggulan Transpor Jaringan 5G-A

Poin Penting

  • Solusi transpor 5G-A Huawei memangkas TCO hingga 30 persen, mendukung bandwidth lebar, konektivitas ultra cepat (>10 Gbps), dan meningkatkan pengalaman pengguna.
  • Dilengkapi SRv6 dan NCE, solusi ini mampu identifikasi titik kemacetan trafik dan rekomendasi optimalisasi, mendorong penggunaan data (DoU) hingga 20 persen
  • Algoritma Self-Diag dan OTDR deteksi kerusakan serat optik dalam menit, meningkatkan efisiensi operasional hingga 20 persen dan mendukung monetisasi 5G-A serta kesiapan evolusi ke 6G.

Jakarta – Di ajang Mobile World Conference Barcelona 2026, perusahaan teknologi Huawei menunjukkan peningkatan komprehensif pada rangkaian solusi mobile transport besutannya. Solusi ini berfokus pada broadband ultra lebar.

Broadband ultra lebar disebut memiliki kemampuan hemat energi, deteksi gangguan, dan otonomi jaringan untuk beradaptasi dengan persyaratan skenario layanan baru seiring evolusi jaringan dari 5G ke 5G-A dan 6G.

Saat ini, ada lebih dari 20 negara yang sudah menetapkan alokasi spektrum frekuensi U6G untuk jaringan komunikasi seluler. Dengan kemampuan bandwidth lebar dan cakupan luas, pita frekuensi U6G yang baru memungkinkan layanan 5G-A mencapai kinerja tinggi dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Layanan 5G-A menyediakan konektivitas ultra cepat untuk memenuhi kebutuhan XR seluler dan kolaborasi berbasis cloud untuk kalangan bisnis. Kecepatannya bisa lebih dari 10 Gbps. Hal ini mendorong pertumbuhan trafik jaringan transpor seluler hingga 10 kali lipat sehingga memerlukan peningkatan kapasitas bandwidth dasar jaringan transpor seluler.

Baca juga: Begini Cara Huawei Tingkatkan Inklusi Keuangan Digital

Jaringan transpor seluler konvensional memiliki topologi kompleks dengan menggunakan kombinasi gelombang mikro dan serat optik, termasuk topologi cincin, rantai panjang, dan bintang yang rentan fluktuasi bandwidth akibat kondisi cuaca.

Pertumbuhan trafik di tingkat lokal bisa mengakibatkan kemacetan yang berimbas pada penurunan kualitas pengalaman pengguna serta Penggunaan Data (DoU).

Transpor Seluler 5G-A

Mengatasi berbagai kondisi tersebut, Huawei akan meluncurkan generasi terbaru solusi transpor seluler 5G-A. Ada tiga kapabilitas utama dan keunggulan dari layanan ini. Pertama, ultra broadband hemat energi yang mampu memangkas TCO hingga 30 persen.

Kedua, kemampuan deteksi hambatan. Memaksimalkan 100 persen nilai jaringan, solusi ini dilengkapi kemampuan bawaan untuk mendeteksi hambatan trafik. Dipadukan dengan sistem manajemen dan kontrol cerdas SRv6 dan NCE, solusi ini mampu mengidentifikasi titik-titik hambatan dan secara otomatis memberikan rekomendasi optimalisasi dan ekspansi.

Kemampuan ini bisa menciptakan peningkatan pengalaman pengguna dan mendorong Penggunaan Data (DoU) hingga lebih dari 20 persen.

Ketiga, otonomi jaringan, peningkatan efisiensi operasional dan pemeliharaan (O&M) hingga 20 persen. Memanfaatkan kapabilitas bawaan OTDR dan algoritma Self-Diag untuk mendeteksi kerusakan serat optik, solusi ini mampu mendeteksi kerusakan dalam hitungan menit.

Solusi generasi baru transpor jaringan seluler 5G-A dari Huawei ini akan membantu operator telekomunikasi membangun jaringan transportasi seluler dengan TCO optimal, kapabilitas jaringan yang dapat dimonetisasi, serta operasional dan pemeliharaan yang efisien.

Baca juga: Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Kemampuan ini akan sangat membantu pengembangan Agentic MBB dan menangkap berbagai peluang baru di era AI. Menuju evolusi 6G di masa yang akan datang, Huawei akan terus berinovasi di area seperti bandwidth ultra tinggi, presisi jam ultra tinggi, dan latensi ultra rendah yang deterministik.

Jaringan transpor generasi baru ini didesain kompatibel dengan persyaratan yang mungkin muncul sepanjang evolusi serta memastikan imbal hasil investasi jangka panjang bagi operator, sekaligus mendukung monetisasi komersial 5G-A saat ini. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kelola 141 Ton Emas, Pegadaian Beberkan Strategi Pengembangan Bisnis Bullion

Poin Penting Pegadaian kelola emas fisik 141 ton dari deposito, modal kerja, bulion trading, dan… Read More

8 hours ago

Realisasi Penyaluran PKE LPEI 2025 Capai Rp13,5 Triliun, Melesat 85 Persen

Poin Penting Penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) LPEI mencapai Rp13,5 triliun sepanjang 2025, naik 85… Read More

10 hours ago

Tak Perlu Khawatir, Bos Pegadaian Jamin Stok Emas Fisik Aman!

Poin Penting Tabungan emas Pegadaian dijamin 1 banding 1 dengan emas fisik yang tersimpan di… Read More

11 hours ago

Defisit APBN Februari 2026 Tembus Rp135,7 Triliun

Poin Penting APBN Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen dari PDB, dengan… Read More

21 hours ago

Mudik Tenang dan Nyaman, Tugu Insurance Hadirkan Asuransi t mudik

Poin Penting Tugu Insurance meluncurkan asuransi mikro t mudik (konvensional dan syariah) untuk memberikan perlindungan… Read More

21 hours ago