Tangerang – Emiten ritel PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) tetap memasang mode ekspansif meski di tengah perlambatan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat. Perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5 triliun, dengan target penambahan 200 gerai baru sepanjang 2025.
“Kita lebih tinggi. Tahun 2024 capex Rp1,4 triliun. Realisasi belanja modalnya Rp1,38 triliun. Tahun ini kami targetkan lebih tinggi Rp1,5 triliun. Kami cukup ekspansif tahun ini,” kata Suantopo Po, Direktur sekaligus Corporate Secretary Midi Utama Indonesia, di Tangerang, Kamis, 22 Mei 2025.
Ia merinci, sekitar 60 persen dari anggaran belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk pembukaan gerai baru. Sisanya digunakan untuk keperluan sewa, renovasi, dan relokasi gudang.
Baca juga: Tok! RUPST Alfamidi (MIDI) Sepakat Tebar Dividen Rp245,7 Miliar
Direktur Property and Development Alfamidi, Lilik Setiabudi, menambahkan bahwa hingga saat ini, perseroan telah membuka 47 gerai baru sepanjang 2025. Total hingga akhir semester I 2025, ditargetkan akan ada penambahan 68 gerai baru.
“On progress itu 140 toko. Target 200 store baru di 2025 ini semoga bisa tercapai. Harapan kami kalau bisa terlampaui,” tambah Lilik.
Baca juga: Sebagian Aset Lahan KAI Akan Dikelola Masjid Istiqlal
Sebagai informasi, sepanjang kuartal I 2025, Alfamidi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,52 triliun, atau tumbuh 15,52 persen secara tahunan. Sedangkan perolehan laba perseroan mencapai Rp190,37 miliar, atau meningkat 20,50 persen ketimbang periode sama tahun sebelumnya. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Allianz Indonesia memperkuat kanal keagenan (ASN) dan bancassurance melalui kickoff awal 2026 untuk… Read More
Poin Penting BRI menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar, menjadi yang pertama di… Read More
Poin Penting Pelaporan SPT via Coretax capai 126.796 SPT hingga 12 Januari 2026 pukul 14.00… Read More
Poin Penting DBS Bank memproyeksikan IHSG menguat ke level 9.800 pada 2026, ditopang fundamental pasar… Read More
Poin Penting IHSG berbalik menguat pada pembukaan perdagangan 13 Januari 2026, naik 0,56 persen ke… Read More
Poin Penting Produksi minyak Venezuela rendah, invansi AS tak berdampak besar ke harga energi global.… Read More