News Update

Siap Tambah 800 Gerai Baru pada 2026, Begini Strategi Ekspansi Alfamart

Poin Penting

  • Alfamart menargetkan pembukaan 800 gerai baru pada 2026, lebih rendah dari realisasi 2025, dengan fokus ekspansi di luar Jabodetabek.
  • Pertumbuhan penjualan gerai eksisting masih menantang, karena belum mampu melampaui kenaikan upah minimum, sehingga ekspansi gerai menjadi pendorong utama pertumbuhan.
  • Alfamart memperluas ekspansi internasional, ditandai pembukaan gerai perdana di Bangladesh dan target 100 gerai untuk memperbesar skala ekonomi.

Tangerang – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menargetkan pembukaan 800 gerai baru pada 2026 sebagai bagian dari strategi ekspansi untuk menjaga pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Target pembukaan gerai tahun ini lebih sedikit dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 1.081 gerai. Hingga akhir 2025, emiten berkode saham AMRT ini tercatat memiliki 21.120 gerai di seluruh Indonesia.

Didukung 34 kantor cabang, 38 distribution center (DC), dan 9 depo, Alfamart saat ini menyerap lebih dari 170 ribu tenaga kerja.

Baca juga: Gandeng Brand Ini, Alfamart Ajak Pelanggan Donasi Perbaiki Fasilitas Sekolah

Direktur Corporate Affairs, Solihin, menyampaikan, ekspansi gerai baru akan lebih banyak difokuskan di luar wilayah Jabodetabek yang dinilai sudah relatif padat.

Selain itu, tingginya biaya sewa lahan dan toko di kawasan Jabodetabek turut menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi ekspansi.

“Jakarta misalnya, toko sudah banyak dan sewanya mahal banget,” kata Solihin dalam Media Gathering Alfamart di Tangerang, Kamis, 29 Januari 2026.

Dorong Kinerja Gerai Eksisting

Selain menambah gerai baru, Alfamart juga berupaya meningkatkan kinerja penjualan di gerai-gerai eksisting. Namun, Solihin mengakui bahwa upaya tersebut masih menghadapi tantangan di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Menurutnya, pertumbuhan penjualan toko belum mampu melampaui kenaikan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum sektoral.

“Kenaikan store sales tidak setinggi kenaikan UMP. Pertumbuhan Alfamart lebih didorong oleh ekspansi pembukaan gerai baru,” tambahnya.

Baca juga: Mau Buka Alfamart Sendiri? Segini Modal yang Harus Disiapkan

Solihin meyakini kinerja perseroan akan lebih optimal jika ekspansi gerai baru dapat diimbangi dengan pertumbuhan penjualan yang signifikan dari gerai-gerai eksisting.

Perkuat Ekspansi ke Luar Negeri

Selain ekspansi domestik, Alfamart juga memperkuat kehadiran internasional. Pada 27 Januari 2026, Alfamart resmi membuka gerai pertamanya di Dhaka, Bangladesh melalui kerja sama dengan mitra lokal.

Perseroan menargetkan pembukaan 100 gerai di Bangladesh untuk mencapai skala ekonomi yang lebih besar.

Baca juga: Incar Rp152 M Lewat IPO, Ini Rencana Ekspansi Perusahaan Logistik Bos Alfamart

Sebagai informasi, hingga September 2025, AMRT mengatongi laba bersih sebesar Rp2,31 triliun, angka itu terkoreksi 3,75 persen year on year (yoy), ketimbang Rp2,40 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Recent Posts

Bos BI Minta Bank Masih Perlu Turunkan Suku Bunga

Poin Penting Gubernur Perry Warjiyo meminta perbankan terus menurunkan suku bunga dana dan kredit agar… Read More

3 hours ago

Bank Danamon (BDMN) Bukukan Total Kredit Rp212,7 Triliun di 2025

Poin Penting Bank Danamon mencatat total kredit dan trade finance Rp212,7 triliun pada 2025, tumbuh… Read More

3 hours ago

Rupiah Masih Undervalued, Bos BI Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pelemahan rupiah dipicu premi risiko global, meski fundamental… Read More

4 hours ago

BI Catat Rupiah Melemah 0,56 Persen per 18 Februari 2026

Poin Penting Bank Indonesia mencatat rupiah pada 18 Februari 2026 di Rp16.880 per dolar AS,… Read More

4 hours ago

BI Optimistis Ekonomi Kuartal I 2026 Tetap Tinggi, Ini Pendorongnya

Poin Penting BI proyeksikan ekonomi kuartal I 2026 tetap tinggi, didorong konsumsi rumah tangga, stimulus… Read More

5 hours ago

IHSG Ditutup Terkoreksi, Turun ke Level 8.274

Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.274,08 pada Kamis (19/2/2026). Sebanyak 366… Read More

5 hours ago