Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Solihin. (Foto: Ari Astriawan)
Poin Penting
Tangerang – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menargetkan pembukaan 800 gerai baru pada 2026 sebagai bagian dari strategi ekspansi untuk menjaga pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Target pembukaan gerai tahun ini lebih sedikit dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 1.081 gerai. Hingga akhir 2025, emiten berkode saham AMRT ini tercatat memiliki 21.120 gerai di seluruh Indonesia.
Didukung 34 kantor cabang, 38 distribution center (DC), dan 9 depo, Alfamart saat ini menyerap lebih dari 170 ribu tenaga kerja.
Baca juga: Gandeng Brand Ini, Alfamart Ajak Pelanggan Donasi Perbaiki Fasilitas Sekolah
Direktur Corporate Affairs, Solihin, menyampaikan, ekspansi gerai baru akan lebih banyak difokuskan di luar wilayah Jabodetabek yang dinilai sudah relatif padat.
Selain itu, tingginya biaya sewa lahan dan toko di kawasan Jabodetabek turut menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi ekspansi.
“Jakarta misalnya, toko sudah banyak dan sewanya mahal banget,” kata Solihin dalam Media Gathering Alfamart di Tangerang, Kamis, 29 Januari 2026.
Selain menambah gerai baru, Alfamart juga berupaya meningkatkan kinerja penjualan di gerai-gerai eksisting. Namun, Solihin mengakui bahwa upaya tersebut masih menghadapi tantangan di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Menurutnya, pertumbuhan penjualan toko belum mampu melampaui kenaikan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum sektoral.
“Kenaikan store sales tidak setinggi kenaikan UMP. Pertumbuhan Alfamart lebih didorong oleh ekspansi pembukaan gerai baru,” tambahnya.
Baca juga: Mau Buka Alfamart Sendiri? Segini Modal yang Harus Disiapkan
Solihin meyakini kinerja perseroan akan lebih optimal jika ekspansi gerai baru dapat diimbangi dengan pertumbuhan penjualan yang signifikan dari gerai-gerai eksisting.
Selain ekspansi domestik, Alfamart juga memperkuat kehadiran internasional. Pada 27 Januari 2026, Alfamart resmi membuka gerai pertamanya di Dhaka, Bangladesh melalui kerja sama dengan mitra lokal.
Perseroan menargetkan pembukaan 100 gerai di Bangladesh untuk mencapai skala ekonomi yang lebih besar.
Baca juga: Incar Rp152 M Lewat IPO, Ini Rencana Ekspansi Perusahaan Logistik Bos Alfamart
Sebagai informasi, hingga September 2025, AMRT mengatongi laba bersih sebesar Rp2,31 triliun, angka itu terkoreksi 3,75 persen year on year (yoy), ketimbang Rp2,40 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Manulife Wealth & Asset Management resmi mengakuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia dan… Read More
Poin Penting RUPST PT Bank Danamon Indonesia Tbk (31 Maret 2026) menyetujui pengangkatan Nobuya Kawasaki… Read More
Poin Penting Anggota DPR meminta kebijakan WFH dievaluasi berkala dan diawasi ketat agar efektif dan… Read More
Poin Penting Pemerintah masih membahas penyesuaian harga BBM nonsubsidi bersama Pertamina dan pihak swasta. Harga… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup menguat 1,43% ke level 7.150,68 dari posisi pembukaan 7.048,22.… Read More
Poin Penting Impor Indonesia Januari-Februari 2026 naik 14,44% menjadi USD42,09 miliar, didorong bahan baku penolong.… Read More