Perbankan

Siap-siap! Bank Neo Commerce (BNC) Mau Rights Issue 5 Miliar Lembar Saham

Jakarta – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) telah mengumumkan rencana aksi korporasi melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) VII atau rights issue sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru.

Berdasarkan keterbukaan informasi, aksi korporasi yang dilakukan oleh bank dengan kode emiten BBYB ini menawarkan sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru atas nama tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham.

Baca juga: Dukung UMKM, Bank Neo Commerce Luncurkan Dua Layanan Terbaru

Dalam hal ini, BNC akan menggunakan seluruh dana dari hasil aksi korporasi rights issue tersebut untuk mendukung ekspansi kredit Perseroan baik pada segmen pasar ritel maupun korporasi sebesar 40 persen.

“Sekitar 45 persen akan digunakan untuk kegiatan operasional perbankan, antara lain namun tidak terbatas pada, rekrutmen dan pengembangan sumber daya manusia, promosi untuk memperoleh pengguna baru Neobank,” tulis manajemen BNC dalam prospektus, dikutip, 19 Oktober 2023.

Adapun, sisanya sebanyak 15 persen akan digunakan untuk mendukung pengembangan teknologi informasi, antara lain namun tidak terbatas pada pengembangan aplikasi digital banking.

Sebagai informasi, rights issue tersebut akan efektif dilaksanakan pada 24 November 2023 mendatang, lalu dilanjutkan dengan pencatatan dalam daftar pemegang saham yang berhak atas hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau recording date pada 6 Desember 2023.

Baca juga: Siap Rights Issue, Bank Neo Commerce (BNC) Tawarkan 5 Miliar Saham

Kemudian, HMETD tersebut akan didistribusikan pada tanggal 7 Desember 2023 dan akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2023, serta akan diperdagangkan pada 8-14 Desember 2023.

“Saham hasil pelaksanaan HMETD yang ditawarkan melalui PMHMETD VII ini seluruhnya merupakan saham yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di BEI. Saham-saham tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lain Perseroan yang telah disetor penuh,” tambahnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More

1 hour ago

Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More

2 hours ago

IHSG Kembali Dibuka Melemah 0,56 Persen ke Level 7.878

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,56 persen ke level 7.878,22 pada awal perdagangan (3/2), dengan… Read More

2 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini Kompak Turun, Saatnya Borong?

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada Selasa (3/2/2026), baik produk Galeri24, UBS,… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.763 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,21 persen ke level Rp16.763 per dolar AS, dengan proyeksi… Read More

2 hours ago

IHSG Hari Ini Masih Rawan Terkoreksi, Cermati 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting Secara teknikal, IHSG berpotensi terkoreksi di area 7.835–7.680 sebelum membentuk wave (b), dengan… Read More

2 hours ago