Ekonomi dan Bisnis

Siap jadi Lembaga Pembiayaan Film, Ini Strategi PFN

Jakarta – Rencana Kementerian BUMN mengarahkan Perum Produksi Film Negara atau PFN sebagai lembaga keuangan perfilman atau film financing yang akan mendanai produksi film-film Indonesia semakin matang.

Salah satu strategi yang disiapkan PFN untuk menarik investor di industri film di antaranya dengan membuat skema yang lebih kreatif sekaligus membangun ekosistem industri perfiliman.

Staff ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) sekaligus Ketua Dewan pengawas produksi Film Negara (PFN) Fadjar Hutomo mengatakan, PFN tengah berencana berencana untuk kerjasama dengan BUMN lain salah satunya Telkom. PFN tergabung dengan Telkom di kluster teknologi media dan komunikasi (TMT).

“Diharapkan Telkom group bisa jadi off taker dari rantai pasok perfilman. Kanal-kanal yang dimiliki Telkom Group itu bisa menjadi ruang exhibithion, ruang juga, kita yang kemudian akan mengagregasi rumah rumah produksinya,” ujar Fadjar kepada Infobank di sela-sela talkshow dan private launch by Fundex Priority Club, Rabu 30 Maret 2022.

Fadjar juga mengatakan, dalam mendukung pendanaan di industri perfiliman, pada tahap awal PFN akan berperan sebagai agregator yang mempertemukan para pelaku industri film dengan investor. Saat ini PFN telah bekerja sama dengan salah satu platform Securities Crowdfunding (SCF) Fundex.

“Direktur Utama (PFN) juga sudah ketemu dengan CEO nya Fundex untuk menjajaki kerjasama itu. Di satu sisi, buat Fundex sendiri akan lebih menguntungkan jika aspek kelayakannya lengkap,” ungkap Fadjar.

Namun transformasi PFN menjadi lembaga pembiayaan tidak lepas dari berbagai tantangan. Sebagai lembaga pembiayaan, PFN memiliki bisnis model yang berbeda karena itu, sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus yang harus disiapkan. “Berarti kita juga perlu SDM yang punya mindset investment management risiko,” ucap Fadjar.

Seperti diketahui, pada Agustus tahun lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno sepakat untuk mengubah BUMN PFN menjadi lembaga pembiayaan film bagi sineas serta industri film nasional. (*) Dicky F Maulana

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

6 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

6 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

7 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

9 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

11 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

20 hours ago