Jakarta – PT Aviana Sinar Abadi Tbk (AVIANA) akan menggelar initial public offering (IPO) pada Januari 2023 ini dan menargetkan dana segar dari IPO mencapai Rp100 miliar atau setara USD6,4 juta.
Aviana akan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak-banyaknya 1.000.000.000 lembar saham dengan kisaran harga IPO sebesar Rp100-101 per lembar saham dan masa penawaran saham atau book building pada 11-17 Januari 2023.
“Kami secara bersamaan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.400.000.000 Waran Seri I dengan perbandingan 5 Saham Baru mendapatkan 7 Waran Seri I,” ucap Direktur Utama Aviana Sinar Abadi, Gusti Ngurah Komang Panji Pramana dikutip 11 Januari 2023.
Perusahaan bertujuan untuk menggunakan keseluruhan dana yang akan diperoleh dari IPO dan setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 51,02% sebagai modal kerja dan belanja modal bagi entitas anak perseroan, yaitu Digital Nata Karya (DNK).
Lalu, sekitar 27,55% untuk modal kerja dan belanja modal bagi entitas anak perseroan yang lain, yaitu Aviana Semesta Anugerah (ASA). Sedangkan sisanya sekitar 21,43% akan digunakan oleh perusahaan sebagai modal kerja dan belanja modal.
Aviana sebagai Integrated Digital IT Hub yang menghubungkan bisnis dengan teknologi, telah memiliki lebih dari 1.200 partner digital, dan pengelolaan transaksi hingga lebih dari 180 juta transaksi setiap bulannya.
Melalui ekosistem digitalnya tersebut AVIANA berhasil melestarikan dan membuka lebih dari 450.000 UMKM Digital di seluruh Indonesia.
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, perusahaan memiliki visi untuk mendorong digitalisasi bisnis di seluruh Indonesia hingga ke pelosok pedalaman.
“Masih banyak pengembangan-pengembangan teknologi yang kami akan siapkan untuk memadai kebutuhan bisnis digital untuk masa depan. Kami yakin dengan langkah yang kami ambil ini, dapat membawa dampak yang positif bagi digitalisasi bisnis di Indonesia,” imbuhnya. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More