Poin Penting
Jakarta – PT SGMW Multifinance Indonesia kembali memperoleh fasilitas kredit dari Deutsche Bank sebesar Rp250 miliar.
Melalui tambahan fasilitas ini, SGMW MFI optimis dapat terus mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perkembangan industri otomotif di Indonesia.
Xue Zhigang, Direktur Utama PT SGMW Multifinance menjelaskan, penambahan fasilitas kredit ini merupakan kepercayaan dan dukungan berkelanjutan dari Deutsche Bank terhadap kinerja dan strategi pertumbuhan perseroan.
Baca juga: OJK: Pembiayaan Multifinance Tumbuh Tipis, Industri Pergadaian Melonjak
“Dukungan tambahan ini semakin memperkuat struktur pendanaan perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis dan meningkatkan layanan pembiayaan kendaraan di Indonesia,” ujarnya Xue Zhigang dikutip 10 April 2026.
Sementara Samir Dhamankar, Kepala Corporate Bank dan Securities Services Indonesia Deutsche Bank menambahkan, Indonesia menjadi pasar pertumbuhan prioritas bagi Deutsche Bank. Fasilitas kredit bagi SMGW sebagai upaya berkelanjutan perseroan untuk mendukung perkembangan industri otomotif di negara ini.
“Kami berharap dapat memfasilitasi ekspansi strategis SMGW MFI serta membantu menyediakan akses pembiayaan kendaraan yang lebih luas bagi para pelanggannya di seluruh Indonesia” ungkap Samir.
Baca juga: Industri Multifinance Salurkan Pembiayaan Rp508,27 Triliun per Januari 2026
Sekadar informasi tambahan, PT SGMW Multifinance Indonesia adalah perusahaan pembiayaan captive milik SAIC Motor HK yang melayani merk Wuling dan Morris Garage (MG) dengan menyediakan pembiayaan kepada dealer-dealer Wuling dan MG dan juga pembiayaan dengan cara angsuran kepada konsumen-konsumen retail.
Pemegang saham PT SGMW Multifinance Indonesia terdiri dari SAIC Motor HK Investment Limited, PT SGMW Motor Indonesia, General Motor Financial Inc dan PT Sinarmas Multiartha Tbk, yang secara kolektif telah melakukan investasi sebesar Rp600 miliar dalam bisnis ini. (*)
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke… Read More
Poin Penting Adapundi menolak putusan KPPU karena dinilai tidak mencerminkan kondisi dan regulasi industri fintech… Read More
PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More
Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More