News Update

Dukung Industri Telko, SGI Investasi Cable Barge USD15 Juta

Jakarta–PT Sarana Global Indonesia (SGI) mencoba mendukung pengadaan infrastruktur di Tanah Air, terutama di sektor telekomunikasi. Untuk itu, perseroan mengklaim cukup aktif melakukan pembelian cable barge.

Seperti diketahui bahwa kondisi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia merupakan masalah utama dalam pembangunan jaringan kabel laut. Managing Director SGI Laksdya TNI (Purnawirawan) Y. Didik Heru Purnomo merasa prihatin jika Indonesia sebagai negara kepulauan tidak mampu mengelola laut Indonesia  yang sangat luas ini.

Sementara Presiden Direktur SGI, Chandra Arie Setiawan mengatakan, pihaknya ingin berpartisipasi untuk membangun Indonesia dengan menghubungkan pulau ke pulau melalui jaringan kabel laut. “Dengan adanya investasi cable barge yang diberi nama ‘Jala Nusantara Mardika’ ini bukan hanya teknologi Indonesia yang maju tetapi SGI juga ikut menyumbang ekonomi bangsa,” tutur Chandra dalam keterangannya di Jakarta, JUmat, 28 April 2017.

Ia menegaskan, bahwa Jala Nusantara Mardika adalah marwah untuk menyatukan Nusantara yang mendukung program Nawacita dari Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Menurut Chandra Arie Setiawan, nilai investasi dari cable barge ini sekitar USD13 juta hingga USD15 juta.

“Secara teknis cable barge ini menggunakan self propeller sehingga sedikit berbeda dengan cable barge yang sudah ada di Indonesia selama ini, baik dari segi kemampuan maupun kapasitasnya yang cocok untuk perairan di Indonesia,” ucapnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, SGI merupakan perusahaan yang dipercaya untuk mengerjakan kabel laut di Indonesia, dan sudah mempunyai pengalaman panjang berhubungan bisnis dengan Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW). NSW sendiri merupakan pabrikasi kabel laut terbesar di dunia.

“Penjualan cable barge dari TAGU ke SGI terjadi karena TAGU melihat kredibilitas SGI yang sudah teruji di bidang engineering, procurement, and construction,” sambung Jens Diekmann, Managing Director of TAGU Offshore, yang adalah perusahaan Jerman dan bergerak di bidang Hydraulic Engineering–Offshore Services. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

25 mins ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

55 mins ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

1 hour ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

2 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

3 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

3 hours ago