Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell, lembaga penyedia indeks global mengumumkan menunda peninjauan indeks Indonesia periode Maret 2026. Keputusan tersebut diambil di tengah proses reformasi pasar modal Indonesia yang sedang berlangsung.
Dalam pernyataan resminya, FTSE menyebutkan mempertimbangkan potensi perputaran (adverse turnover) yang tidak diinginkan serta ketidakpastian dalam menentukan persentase free float yang akurat, yang menjadi bagian dari agenda reformasi pasar modal Indonesia.
Baca juga: BSI Siap Tingkatkan Free Float Saham Jadi 15 Persen
Sejalan dengan itu, FTSE Russell untuk sementara tidak akan memasukkan sejumlah aksi korporasi saham domestik Indonesia ke dalam perhitungan indeksnya.
Kebijakan tersebut mencakup penambahan saham baru, penghapusan akibat review indeks, perubahan klasifikasi kapitalisasi pasar, penyesuaian jumlah saham beredar, perubahan bobot investasi, hingga rights issue.
Meski demikian, beberapa aksi korporasi tetap diberlakukan, seperti penghapusan saham akibat merger atau delisting, stock split, penerbitan saham bonus, serta pembagian dividen.
FTSE juga menegaskan bahwa pemberitahuan ini tidak berkaitan dengan klasifikasi negara ekuitas (Equity Country Classification) London Stock Exchange Group (LSEG) yang tetap dijadwalkan diumumkan pada 7 April 2026.
Baca juga: Demutualisasi BEI Masih Tunggu PP, OJK Siapkan Aturan Turunan
Sebelumnya, langkah serupa dilakukan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menunda rebalancing indeks Indonesia lantaran isu transparansi data free float saham.
Merespons dinamika tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menggulirkan reformasi pasar modal. Salah satu poin krusialnya adalah peningkatan porsi free float saham menjadi 15 persen dari sebelumnya 7,5 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More
Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More
Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More
Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist PADA suatu hari, penulis jogging santai melintasi kawasan yang sedang… Read More
Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,65 persen ke 8.016,83; 671 saham melemah,… Read More