Market Update

Setelah Bergerak Fluktuatif, IHSG Akhirnya Ditutup Flat pada Zona Hijau di Level 7.083

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 7 Januari 2025, ditutup flat namun cenderung menguat di level 7.083,28. Angka ini naik tipis 0,04 persen dari pembukaan di level 7.080,47 setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari.

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 343 saham terkoreksi, 242 saham menguat, dan 217 tetap tidak berubah.

Sebanyak 17,47 miliar saham diperdagangkan dengan 1,01 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp9,55 triliun. 

Baca juga: IHSG Hari Ini Dibuka Merah ke Level 7.074

Kemudian beberapa indeks dalam negeri turut mengalami pelemahan, dengan IDX30 turun 1,08 persen menjadi 419,65, LQ45 melemah 0,69 persen menjadi 820,45, dan Sri-Kehati melemah 1,56 persen menjadi 366,19. Sedangkan, JII naik 0,16 persen menjadi 477,17.

Lalu mayoritas sektor turut menguat, tecermin dari sektor kesehatan naik 0,87 persen, sektor teknologi menguat 0,86 persen, sektor industrial meningkat 0,33 persen, sektor properti menguat 0,14 persen, sektor non-siklikal naik 0,06 persen, dan sektor bahan baku flat menguat.

Sedangkan sisanya melemah, dengan sektor keuangan turun 0,50 persen, sektor siklikal melemah 0,43 persen, sektor transportasi turun 0,37 persen, sektor energi merosot 0,34 persen, dan sektor infrastruktur melemah 0,11 persen.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,09 Persen ke Level 7.073

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Tanah Laut Tbk (INDX), PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC).

Sedangkan saham top losers adalah PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), dan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP).

Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

2 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

3 hours ago

Risiko Banjir Meningkat, MPMInsurance Perkuat Proteksi Aset

Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More

3 hours ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

3 hours ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

4 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

5 hours ago