Keuangan

Setahun SEOJK PAYDI Terbit, Produksi Premi Asuransi Anjlok

Jakarta – Setelah satu tahun diterbitkannya SEOJK No. 5 Tahun 2022 tentang Produk Asuransi Yang Dikaitkan Asuransi (PAYDI), sedikit banyak mencerminkan arah perkembangan pemasaran produk PAYDI di industri asuransi Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan, perkembangan tersebut terlihat dari penurunan produksi premi PAYDI tahun 2022 senilai Rp83,2 triliun atau menurun 26,54% jika dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar Rp113,2 triliun.

“Persentase ini jauh lebih tinggi penurunannya jika dibandingkan penurunan premi industri asuransi secara keseluruhan yg hanya sebesar 5,85% di tahun 2022 atau senilai Rp192,8 triliun dari tahun 2021 sebesar Rp204,7 triliun,” ucap Ogi dikutip, 5 April 2023.

Tidak hanya itu, data terakhir pun menunjukkan penurunan di Februari 2023 sebesar 20,84% secara yoy menjadi Rp10,3 triliun dari periode yang sama sebelumnya sebesar Rp13 triliun.

“Kita dapat melihat bahwa terjadi shifting dalam perilaku konsumen industri asuransi dimana terjadi penurunan porsi produk PAYDI yang selama ini mendominasi produksi premi industri dari sebelumnya 55,28% dari total produksi premi tahun 2021 menjadi 43,15% pada tahun 2022,” imbuhnya.

Kemudian, jika dilihat dari jumlah tertanggung dalam lima tahun terakhir, terjadi penurunan jumlah yang cukup signifikan dari 7,75 juta tertanggung pada tahun 2018 menjadi 5,31 juta tertanggung pada tahun 2022 atau turun sebesar 31,43% selama 5 tahun terakhir.

Hal ini tentunya sejalan dengan arahan dari OJK yg mendorong industri asuransi agar lebih mengedepankan penjualan produk-produk asuransi yang mengutamakan proteksi atas risiko dibandingkan dengan produk asuransi yang lebih fokus kepada pengembalian imbal hasil investasi seperti PAYDI.

“Hal ini akan mendorong industri asuransi kembali kepada khitahnya sebagai penyedia perlindungan risiko bagi konsumen,” ujar Ogi.

Sebagai informasi, per 14 Maret 2023 OJK telah menetapkan batas waktu penyesuaian izin produk PAYDI, dimana jumlah perusahaan yang produknya telah tercatat di OJK dan dapat memasarkan produk PAYDI berdasarkan SEOJK 5/2022 sebanyak 31 perusahaan asuransi jiwa baik konvensional maupun syariah.

Adapun perusahaan-perusahaan asuransi jiwa lainnya yang selama ini telah menjual produk PAYDI untuk sementara dihentikan penjualannya hingga nantinya produk tersebut sudah resmi tercatat di OJK sesuai SEOJK 5/2022. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

3 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

3 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

3 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

4 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

4 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

7 hours ago