Penutupan IHSG
Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 27.13 poin atau 0,45% ke level 6,033.97 poin pada perdagangan sesi I siang, Jumat, 8 Desember 2017.
Kenaikan ini dinilai wajar, karena memasuki siklus kenaikan menjelang penutupan transaksi akhir tahun, setelah kemarin berbalik melemah tipis sebesar 0,48 persen ke level 6.006.
Menurut analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, pihaknya memandang bahwa munculnya aksi beli menunjukkan adanya siklus kenaikan hingga akhir Desember atau Santa Claus Rally.
“Direkomendasikan mengakumulasi saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua pilihan untuk skenario kenaikan lanjutan hingga menembus level 6.100,” kata Yuganur.
Dengan demikian, jelas dia, adanya peluang pembalikan arah menguat pada laju IHSG di perdagangan hari ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham berikut ini:
1. ASII dengan target trading di kisaran Rp8.500-Rp8.700 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp8.275 dan Rp8.175, disarankan cut-loss pada posisi Rp8.075.
2. ADHI dengan target trading di kisaran Rp1.850-Rp2.050 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.755 dan Rp1740, disarankan cut-loss pada posisi Rp1.690.
3. ASRI dengan target trading di kisaran Rp360-Rp390 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp340 dan Rp330, disarankan cut-loss pada posisi Rp320.
4. SCMA dengan target trading di kisaran Rp2.700-Rp2.900 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp2.440 dan Rp2.260, disarankan cut-loss pada posisi Rp2.190. (*)
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More