Jakarta – Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan kepada masyarakat bahwa sertifikat vaksinasi saat ini tidak bisa digunakan sebagai syarat untuk bepergian. Penggunaan sertifikat sebagai syarat bepergian hingga saat ini masih sebuah wacana dan belum diterapkan.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah belum melakukan pembahasan lebih lanjut terkait sertifikat vaksin. Satgas mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil kajian yang valid terkait dengan penggunaan vaksin.
“Sampai dengan saat ini, hal tersebut (penggunaan serifikat) merupakan wacana,” jelas Wiku pada gelar wicara virtualnya yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, 18 Maret 2021.
Lebih jauh, Satgas menyebut diperlukan studi lanjutan terhadap efektivitas vaksin dalam menciptakan kekebalan individu kepada orang yang telah mendapatkan vaksin Covid-19. Jika belum ada hasil studi yang valid, tidak ada jaminan kekebalan individu sudah tercipta.
“Apabila sertifikat tersebut dikeluarkan tanpa adanya studi yang membuktikan adanya kekebalan individu telah tercipta, maka pemegang sertifikat tersebut memiliki potensi tertular atau menularkan virus Covid-19 selama melakukan perjalanan,” ujar Wiku. (*) Evan Yulian Philaret
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More
Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More
Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More
View Comments
Cek sertifikat vaksin ke 2 belum muncul