Teknologi

Serangan Siber Makin Masif, IPOT Soroti Pentingnya Fondasi Keamanan

Poin Penting

  • Indonesia mencatat ratusan ribu ransomware dan 26,7 juta phishing sepanjang 2024, memaksa industri keuangan memperkuat fondasi keamanan digital
  • PT Indo Premier Sekuritas meluncurkan xRDN dengan potensi imbal hasil ±2 persen per tahun, lebih tinggi dari RDN biasa, tetap mengikuti mekanisme pasar
  • Sistem tiga lapis menjaga dana tetap aman dan likuid meski terjadi phishing atau gangguan eksternal.

Jakarta – Di era keuangan digital, risiko finansial tak lagi semata berasal dari fluktuasi pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman justru semakin sering datang dari sisi keamanan akses, mulai dari phishing, pembobolan akun, hingga penyalahgunaan identitas digital.

Menurut data International Cybersecurity Agencies, Indonesia menghadapi 514.508 aktivitas ransomware sepanjang 2024. Di tahun yang sama, Indonesia tercatat menghadapi total aktivitas terindikasi phishing sebanyak 26.771.610 aktivitas, dan total trafik anomali sebanyak 330.527.636 dengan 81.286.596 anomali disebabkan oleh serangan Mirai Botnet.

Moleonoto The, President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) mengatakan maraknya aktivitas siber memaksa pelaku industri jasa keuangan untuk meninjau ulang fondasi sistemnya. Tidak hanya fokus berkompetisi untuk kecepatan transaksi dan kemudahan fitur, namun juga memperkuat keamanan digital.

Baca juga: Jurus Bank Jambi Perkuat Sistem Keamanan Siber

“Selama ini, banyak platform keuangan berlomba menawarkan kemudahan transaksi dan fitur cepat, namun sering kali menempatkan keamanan sebagai lapisan tambahan. Ketika terjadi gangguan sistem atau manipulasi akses akun, nasabah justru menjadi pihak paling rentan. IPOT melihat bahwa di lanskap keuangan digital saat ini, keamanan tidak boleh menjadi fitur opsional keamanan harus menjadi fondasi sistem,” katanya, seperti dikutip, Kamis, 19 Februari 2026.

Di tengah konteks tersebut, IPOT memperkenalkan xRDN, sebuah skema rekening dana nasabah berbasis pasar modal yang diklaim dirancang untuk menjawab dua tantangan sekaligus, yakni produktivitas dana dan ketahanan sistem keamanan.

Moleonoto menjelaskan selama ini, dana yang ditempatkan di Rekening Dana Nasabah (RDN) umumnya hanya memberikan imbal hasil sekitar 0,02 persen – 0,2 persen per tahun. Dalam praktiknya, dana tersebut kerap menjadi “dana parkir” investor yang tidak sepenuhnya produktif.

IPOT menawarkan pendekatan berbeda melalui xRDN, dengan potensi imbal hasil sekitar ±2 persen per tahun, meski perusahaan menegaskan produk ini bukan instrumen dengan imbal hasil tetap dan tetap mengikuti mekanisme pasar.

“xRDN bukan instrumen spekulatif dan tidak menjanjikan imbal hasil tetap, tapi dikelola sesuai regulasi pasar modal Indonesia dengan prinsip transparansi dan perlindungan investor. Namun, satu hal yang perlu ditegaskan kembali bahwa di era keuangan digital, platform yang tidak menempatkan keamanan sebagai fondasi akan semakin ditinggalkan, terlepas dari seberapa cepat atau populernya mereka,” ungkapnya.

Selain itu, IPOT menerapkan sistem keamanan tiga lapis yang memastikan bahwa sekalipun pengguna menjadi korban phishing, akun saham tetap terkunci dan tidak dapat disalahgunakan secara sepihak. Pendekatan ini menempatkan perlindungan akun sebagai prioritas utama, bukan sekadar kecepatan transaksi.

“Dari sisi keamanan, xRDN dirancang dalam ekosistem yang tidak bergantung pada satu lapisan sistem semata. Jika terjadi gangguan pada sistem eksternal seperti perbankan, dana nasabah tetap berada dalam struktur yang terisolasi dan aman,” jelasnya.

Bagi investor pasar modal, xRDN berfungsi sebagai cash asset strategis yang likuid, lebih produktif, dan disiapkan dengan asumsi terburuk bahwa risiko phishing dan hacking adalah ancaman nyata. Sementara bagi penabung bank dan masyarakat digital, xRDN menawarkan cara menabung Gen Z yang lebih relevan dengan tantangan zaman, imbal hasil lebih tinggi, likuiditas terjaga, dan sistem keamanan yang dibangun sejak awal.

Baca juga: Zentara Dorong Edukasi Publik Hadapi Ancaman Siber Berbasis AI

Pendekatan ini sekaligus mencerminkan pergeseran strategi industri. Alih-alih menempatkan keamanan sebagai fitur tambahan, IPOT memposisikannya sebagai fondasi utama sistem.

“Di saat banyak pihak fokus pada fitur dan pertumbuhan, kami memilih fokus pada fondasi. Dana nasabah harus produktif, tetapi sistemnya harus jauh lebih kuat. Security bukan tambahan, security adalah fondasi IPOT,” tuturnya.

Kepercayaan terhadap pendekatan ini pun terlihat saat gejolak pasar pada akhir Januari 2026 lalu. Moleonoto menyebut di tengah meningkatnya volatilitas dan sikap defensif investor, IPOT justru mencatat masuknya dana investor dalam skala triliunan rupiah ke dalam ekosistem xRDN.

“Melalui peluncuran xRDN, IPOT mengajak masyarakat untuk mengevaluasi kembali di mana dana mereka disimpan dan seberapa kuat sistem yang melindunginya. Di tengah krisis phishing dan meningkatnya risiko keamanan finansial, xRDN diposisikan sebagai pilihan strategis: cara menabung digital dengan imbal hasil lebih tinggi, likuiditas terjaga, dan perlindungan berlapis yang dirancang untuk menghadapi risiko digital modern,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Recent Posts

Bank Aladin Syariah Jaga Kualitas Pembiayaan Lewat Strategi Ekosistem

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk fokus jaga kualitas pembiayaan lewat strategi ekosistem dan… Read More

5 mins ago

Bos BRI Ungkap Alasan Kredit Perbankan Melambat di 2025

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan 2025 melambat ke 9,69% (yoy), dipicu turunnya permintaan kredit konsumsi… Read More

25 mins ago

Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

Poin Penting Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 4,75 persen, Deposit Facility 3,75 persen dan… Read More

40 mins ago

Sasar Nasabah Affluent, Prudential dan Standar Chartered Luncurkan PRUTreasure Dollar

Poin Penting Prudential dan Standard Chartered meluncurkan PRUTreasure Dollar, asuransi jiwa dwiguna berbasis USD yang… Read More

40 mins ago

Tanggapan Wakil Ketua DEN soal Penurunan Rating Moody’s dan Rebalancing Indeks MSCI

Poin Penting Penurunan outlook Moody’s jadi sinyal reformasi, Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu minta… Read More

48 mins ago

Usai Sanksi MKD, Ahmad Sahroni Resmi Balik Pimpin Komisi III DPR

Poin Penting Ahmad Sahroni kembali menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI setelah sebelumnya dinonaktifkan… Read More

1 hour ago