Teknologi

Serangan Siber Berbasis AI Diprediksi Makin Masif, Fortinet Ingatkan Hal Ini

Jakarta – Baru-baru ini, Fortinet merilis Laporan Prediksi Ancaman Siber 2025. Laporan tersebut mebeberkan tren terkait serangan siber yang semakin berkembang. Meskipun pelaku ancaman masih menggunakan taktik klasik yang telah bertahan selama beberapa dekade, laporan ini menyoroti pergeseran ke arah strategi yang lebih ambisius, canggih, dan destruktif.

Menurut Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia menjelaskan, kelompok Cybercrime-as-a-Service (CaaS) menjadi semakin terspesialisasi, sementara pelaku ancaman mulai mengadopsi panduan serangan yang menggabungkan ancaman digital dan fisik untuk melancarkan serangan yang sangat terarah dan berdampak.

“Beragam vektor serangan dan kode terkait kini tersedia di pasar Crime-as-a-Service (CaaS), seperti kit phishing, Ransomware-as-a-Service, DDoS-as-a-Service, dan lainnya. Meskipun beberapa kelompok kejahatan siber sudah mulai memanfaatkan AI untuk memperkuat layanan CaaS mereka, tren ini diperkirakan akan semakin berkembang,” jelas Edwin dikutip 5 Januari 2025.

Diprediksikan bahwa penyerang akan memanfaatkan output otomatis dari LLM (Large Language Model) untuk mendukung layanan CaaS dan memperluas pasar, misalnya dengan memanfaatkan hasil pengintaian media sosial dan mengotomatisasi intelejen tersebut menjadi kit phishing yang dikemas secara rapi.

“Seiring dengan terus berkembangnya taktik pelaku kejahatan siber, tahun 2025 diperkirakan akan membawa gelombang baru serangan yang sangat terfokus dan didukung oleh AI. Mulai dari meningkatnya layanan Cybercrime-as-a-Service hingga konvergensi antara ancaman siber dan fisik,” kata Edwin.

Baca juga: Ngeri! Ada 122,79 Juta Serangan Siber ke RI, Sektor Ini Target Utamanya

Dia melanjutkan, tren ini mencerminkan bagaimana para pelaku ancaman mendorong batasan untuk melancarkan serangan yang lebih presisi dan berskala besar.

“Prediksi kami menegaskan pentingnya bagi organisasi untuk mengantisipasi dan beradaptasi dengan lanskap ancaman yang semakin dinamis,” jelas Edwin.

Pentingnya Keamanan Data Nasabah

Digitalisasi dalam sektor keuangan bak pisau bermata dua. Selain memberikan kemudahan, tapi ada kerugian yang mengintai. Salah satunya adalah serangan siber, yang kini makin masif berbasis AI.  

Oleh karenanya, Edwin menekankan pentingnya keamanan data nasabah. Ia percaya bahwa semua bank pasti memiliki sistem pengamanan yang baik, meskipun tingkat dan jenis pengamanan tersebut dapat bervariasi.

“Bank-bank tersebut berhubungan erat dengan regulator seperti Bank Indonesia dan OJK, yang memiliki aturan dan regulasi yang ketat untuk menjaga keamanan transaksi,” jelasnya.

Dalam pandangannya, perkembangan sektor keuangan, termasuk bank dan asuransi, menunjukkan tren yang positif dalam tiga tahun terakhir. Edwin mencatat bahwa Fortinet baru memiliki tim yang fokus pada sektor keuangan dalam tiga tahun terakhir, yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendukung keamanan di sektor ini.

Baca juga: Warning! Keamanan Siber Indonesia Masih Rapuh

“Bank harus terus berinovasi untuk menarik pelanggan dan memenuhi kebutuhan mereka. Dengan semakin banyaknya aplikasi dan teknologi baru, pengguna harus lebih berhati-hati dalam memberikan akses data pribadi. Kami menyarankan agar pengguna hanya memberikan izin akses yang diperlukan dan mempertimbangkan apakah aplikasi tersebut benar-benar diperlukan,” imbuhnya.

Meski digitalisasi membawa banyak kemudahan, kata Edwin, penting untuk tetap waspada terhadap potensi risiko yang ada.

“Kesadaran akan keamanan data dan privasi adalah kunci untuk memanfaatkan teknologi dengan aman dan efektif,” tutupnya. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

UOB Sebut Sektor Manufaktur Menjadi Kunci Dongkrak Daya Beli Kelas Menengah

Poin Penting UOB menilai sektor manufaktur, terutama padat karya, menjadi kunci untuk meningkatkan daya beli… Read More

18 mins ago

Cek Rekening! Airlangga Sebut Pencairan THR ASN-TNI/Polri Sudah Dimulai per 26 Februari

Poin Penting Pemerintah siapkan Rp55 triliun untuk THR ASN 2026, naik 10% dari tahun lalu,… Read More

48 mins ago

Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus USD200 per Barel

Poin Penting Iran menutup Selat Hormuz dan mengancam serangan terhadap kapal serta pipa minyak, memicu… Read More

1 hour ago

Inovasi Berkelanjutan Bank Saqu Dampingi Perjalanan Solopreneur hingga Entrepreneur

Poin Penting Bank Saqu telah menjangkau 3,5 juta nasabah sejak 2023, dengan sekitar 40% merupakan… Read More

1 hour ago

Ciamik! Laba Bank Banten Rp52,5 Miliar, Melonjak 31,54 Persen di 2025

Poin Penting Laba bersih Bank Banten naik 31,54 persen menjadi Rp52,52 miliar pada 2025, ditopang… Read More

1 hour ago

Telkom Indonesia (TLKM) Siapkan Roadmap Pengembangan AI hingga 2028

Poin Penting Telkom susun roadmap Sovereign AI hingga 2028 untuk membangun model dan infrastruktur AI… Read More

2 hours ago