Paris–Serangan terhadap Paris yang terjadi beberapa waktu lalu telah berdampak kepada melambatnya sektor jasa di negara ini. Demikian hasil survey terbaru yang dirilis oleh lembaga survey Markit.
Berdasarkan survey tersebut, sejumlah perusahaan jasa di Paris bisnisnya anjlok, yang tercermin dari data perdagangan, dimana indeks jatuh dari 52,7 pada Oktober 2015 menjadi 51,3 bulan November 2015.
“Penyebab utamanya adalah serangan (beberapa waktu lalu),” terang Chris Williamson, Kepala Ekonom Markit.
Survey Markit juga menyebutkan, indeks jasa tetap di atas 50%, yang berarti bahwa itu terus tumbuh. Namun, pertumbuhannya pada kecepatan yang lebih lambat.
Apa yang menimpa paris juga berimbas ke kawasan Eropa. Sebuah perusahaan besar di sektor teknologi bahkan mengatakan bahwa serangan teroris Paris dan ketidakstabilan politik di Eropa telah membuat perusahaan lebih enggan untuk berinvestasi.
“Kerusakan ekonomi terbesar dari serangan ini adalah menurunnya kepercayaan dan keyakinan yang merupakan elemen penting dalam fase ini. Padahal hal ini sangat diperlukan untuk membantu negara-negara keluar krisis,” kata Joe Kaeser Financial Times.
Kendati demikian, Markit menyebutkan, secara umum bisnis Eropa melaporkan adanya percepatan pertumbuhan dalam kegiatan bisnis dan lapangan kerja dalam empat setengah tahun terakhir sampai dengan November 2015. Jerman yang membiidik pertumbuhan di bidang manufaktur dan jasa juga mencatatkan pertumbuhan yang cepat dalam tiga bulan terakhir. Hal ini membantu mendorong indeks ke level yang lebih tinggi.
Williamson memprediksi, kawasan euro yang terdiri dari 19 negara akan mencetak pertumbuhanm di kisaran 0,4%-0,5% pada kuartal terakhir tahun ini. (*) Apriyani Kurniasih
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More