Bursa; Penerbitan surat utang. (Foto: Dok. Infobank).
Penguatan saham terjadi pada sektor agri, industri dasar, konsumer, manufaktur, tambang dan properti. Sedangkan pelemahan terjadi pada sektor finance, infrastruktur, aneka industri dan perdagangan. Dwitya Putra
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 3,844 poin atau 0,08% ke level 4.902,845 pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2015. Sementara Indeks LQ45 turun 2,803 poin atau 0,33% ke level 839,788.
Minimnya transaksi saham yang dilakukan investor jadi pemicu IHSG hari ini bergerak naik dan turun dalam rentang yang relatif tipis. Kondisi tersebut mendorong pergerakan sepuluh sektoral saham dilantai bursa pun hampir seimbang, yakni enam, sektor naik dan empat sektor saham lainnya turun.
Penguatan terjadi pada sektor agri, industri dasar, konsumer, manufaktur, tambang dan properti. Sedangkan pelemahan terjadi pada sektor finance, infrastruktur, aneka industri dan perdagangan.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 172.971 kali dengan volume 3,20 miliar lembar saham senilai Rp3,17 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 117 turun, dan 108 saham stagnan.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indofood CBP (ICBP) turun Rp575 ke Rp12.475, Matahari (LPPF) turun Rp475 ke Rp17.650, Astra Agro (AALI) turun Rp450 ke Rp23.900, dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp300 ke Rp10.100. (*)
@dwitya_putra14
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More