Categories: Market Update

Sepi Transaksi, IHSG Ditutup Melemah 26 Poin

Mayoritas sektoral saham di lantai bursa hari ini kompak melemah dengan penurunan paling dalam di derita sektor konsumer sebesar 1%. Dwitya Putra

Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 26,236 poin atau 0,5% ke level 4.484,242 pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2015. Sementara Indeks LQ45 juga melemah 5,186 poin atau 0,7% ke level 756,399.

Aksi jual saham kembali menjadi pemicu pelemahan IHSG hari ini, seiring belum maraknya sentimen positif yang muncul di pasar. Alhasil tidak sedikit pula investor yang berinisiatif melakukan aksi tunggu atau wait and see, sambil melepas sebagian portofolionya.

Transaksi investor asing di seluruh pasar tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp436,88 miliar.

Kondisi tersebut membuat mayoritas sektoral saham di lantai bursa kompak melemah dengan penurunan paling dalam di derita sektor konsumer sebesar 1%.

Perdagangan hari ini sendiri berjalan sepi dengan frequensi sebanyak 186.045 kali transaksi dan volume 2,82 miliar lembar saham senilai Rp2,84 triliun. Sebanyak 177 saham turun, 110 saham naik dan sisanya 192 saham stagnan.

saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp1.000 ke Rp79.000, Unilever (UNVR) turun Rp700 ke Rp35.925, Matahari (LPPF) turun Rp525 ke Rp16.775, dan United Tractor (UNTR) turun Rp500 ke Rp18.600. (*)

@dwitya_putra14

Paulus Yoga

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

7 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

7 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

7 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

8 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

8 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

8 hours ago