Seperti Ini Bahayanya Jika Negara Tidak Terapkan Green Economy

Seperti Ini Bahayanya Jika Negara Tidak Terapkan Green Economy

Pembiayaan Hijau Berkembang
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Penerapan keuangan berkelanjutan yang ramah lingkungan semakin dibutuhkan di masa sekarang. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Ja​sa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengingatkan, ada beberapa bahaya yang mengintai jika sebuah negara tidak segera serius pada perubahan iklim dunia.

“Apabila kita dinilai tidak comply atau tidak mendukung, disinsentifnya pasti ada, terutama pada produk kita yang di ekspor ke luar negeri akan terganggu supply chainnya,” jelas Wimboh pada paparan virtualnya, Kamis, 26 Agustus 2021.

Wimboh juga mengungkapkan, selain rantai pasok, keseimbangan struktural antara supply dan demand juga akan ikut terganggu dengan perubahan iklim dan situasi alam yang tidak bisa diprediksi. Terlebih, Indonesia adalah negara agraris yang mengandalkan komoditas alam.

Tidak lupa, ia juga mengingatkan risiko terganggunya keseimbangan lingkungan apabila keuangan berkelanjutan tidak diterapkan. Bencana alam seperti banjir dan longsor bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Ekosistem alam rusak dan apa yang dibangun manusia bisa hancur dalam sekejap.

“Kalau tidak dilakukan (green economy) akan menimbulkan cost dan risiko yang cukup besar. Mungkin yang menanggung bukan kita, tetapi next generation anak dan cucu kita,” jelas Wimboh. (*)

Editor: Rezkiana Np

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]