Ekonomi Digital

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting

  • Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai bantalan ekonomi.
  • Dari total mitra, sekitar 700.000–800.000 aktif per bulan, dengan mayoritas menjadikan Grab sebagai penghasilan tambahan.
  • Mitra bisa memperoleh Rp1 juta–Rp4 juta per bulan sebagai tambahan, bahkan lebih dari Rp10 juta per bulan bagi yang menjadikannya pekerjaan utama.

Jakarta – Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengungkapkan sekitar 50 persen mitra pengemudi ojek online (ojol) Grab merupakan mantan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurut Neneng, kondisi tersebut menunjukkan peran platform digital sebagai bantalan sosial bagi masyarakat yang terdampak gejolak ekonomi.

“Ini yang kami sebutkan bahwa Grab menjadi bantalan sosial bagi 50 persen mitra ojek online kami,” ujar Neneng.

Baca juga: Grab Gelontorkan Rp100 Miliar untuk BPJS Gratis hingga THR 2026 Mitra Driver

Ia memaparkan, sejak beroperasi pada 2015 hingga kini, jumlah mitra yang terdaftar di Grab telah mencapai 3,7 juta orang. Namun, mitra yang aktif memperoleh pendapatan setiap bulan berkisar 700 ribu-800 ribu orang.

Fleksibilitas jadi Kunci

Neneng menjelaskan, jumlah mitra aktif bersifat dinamis dan tidak selalu melibatkan individu yang sama setiap bulan. Sebagian mitra hanya aktif pada waktu tertentu untuk memperoleh tambahan penghasilan.

“Makanya ini adalah fleksibilitas yang diberikan oleh Grab untuk semua mitranya. Jumlah mitra yang menarik bersifat struktur aktif,” jelasnya, di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Baca juga: Grab Borong Saham Superbank Rp285,5 Miliar, Kepemilikan Jadi 15,04 Persen

Ia menambahkan, mayoritas mitra pengemudi memanfaatkan Grab sebagai sumber penghasilan tambahan.

Pada layanan GrabBike, misalnya, lebih dari 80 persen mitra tidak menjadikannya pekerjaan utama. Sementara itu, sekitar 67 persen mitra roda empat menggunakan platform sebagai penghasilan sampingan.

“Banyak yang setelah pulang kerja, ikut menarik penumpang dalam perjalanan pulang untuk menambah uang bensin,” terangnya.

Potensi Penghasilan Beragam

Meski sebagian besar mitra menjadikan Grab sebagai pekerjaan sampingan, ada pula yang mengandalkannya sebagai sumber penghasilan utama. Pengemudi roda dua bahkan dapat meraih pendapatan di atas Rp10 juta per bulan dengan rata-rata 28 pesanan per hari.

Baca juga: ISACA, Grab, dan OVO Tegaskan Komitmen Bangun Tata Kelola AI yang Aman

Profil mitra Grab juga beragam, mulai dari kepala keluarga dan mantan karyawan yang beralih profesi, hingga ibu rumah tangga dan pekerja lepas yang memanfaatkan waktu luang.

Sementara itu, mitra yang menjadikan Grab sebagai penghasilan tambahan umumnya memperoleh Rp1 juta hingga Rp4 juta per bulan di luar pekerjaan utama mereka. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Pemerintah Target Restrukturisasi BUMN Rampung 2026, Ini Strateginya

Poin Penting Restrukturisasi BUMN ditargetkan rampung 2026, dengan fokus pada perbaikan fundamental agar lebih sehat,… Read More

1 min ago

IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Menguat 3,39 Persen ke Level 7.207

Poin Penting IHSG menguat signifikan 3,39% ke level 7.207 pada sesi I, didorong sentimen positif… Read More

1 hour ago

Kemenkop dan MUI Kolaborasi Perkuat Ekonomi Umat lewat Koperasi Desa

Poin Penting Kemenkop dan MUI berkolaborasi untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi berbasis syariah.… Read More

2 hours ago

Purbaya Ungkap Alasan Tahan Harga BBM Subsidi demi Jaga Daya Beli

Poin Penting: Pemerintah menahan harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah perlambatan… Read More

2 hours ago

Adira Finance Tebar Dividen Rp777,37 Miliar, Cek Jadwalnya

Poin Penting Adira Finance membagikan dividen Rp772,37 miliar (Rp630/saham) atau sekitar 50 persen dari laba… Read More

4 hours ago

Injeksi Likuiditas ke Bank Pelat Merah, Bank-bank Non-Himbara Kena Spillover Effect

Poin Penting Pemerintah menyiapkan injeksi likuiditas Rp100 triliun ke bank-bank Himbara untuk menjaga stabilitas sistem… Read More

4 hours ago