Dirut Taspen; Iqbal Latanro. (Foto: Budi Urtadi)
Bogor – PT Taspen (Persero) hingga akhir tahun 2017 kemarin berhasil mencetak angka laba unaudited sebesar Rp 720 miliar, atau mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi yakni sebesar 188 persen.
“Dari segi laba bersih juga terjadi kenaikan 188 persen, cukup tinggi dari yang hanya 104 persen dari target, mengapa target pendapatan cukup tinggi karena sesuai program kita,” jelas Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro di Novotel BogorJawa Barat, Jumat Malam 19 Januari 2018.
Pihaknya mengaku sangat bersyukur atas kinerja positif tersebut. Iqbal menjelaskan, kinerja yang sangat positif tersebut merupakan sumbangsih dari anak perusahaan Taspen salah satunya ialah Taspen Property, Taspen Life dan anak usaha yang lain.
“Pendapatan anak perusahaan yang berikan hasil cukup baik, dari sisi investasi ada tekanan pada kita adalah tekanan bunga deposito yang semakin turun,” tambah Iqbal.
Selain itu, sumber penopang tumbuhnya laba tersebut ialah fee based income yang semakin meningkat dan juga investasi langsung.
“Pendapatan fee based income naik, dari yield invetasi kita ada tekanan cukup tinggi karena ada penurunan bunga deposito,” jelas Iqbal.
Iqbal berharap kinerja positif tersebut dapat berlanjut hingga akhir tahun 2018 ini. Dirinya juga telah menyiapkan beberapa strategi guna mempertahankan kinerja terbaiknya. Salah satunya dengan melakukan perubahan pada porsi portofolio perseroan.(*)
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More