Keuangan

Sepanjang 2017 Pembiayaan Baru Adira Finance Tumbuh 6%

Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membukukan pembiayaan baru di sepanjang 2017 sebesar Rp32,7 triliun atau mengalami pertumbuhan 6 persen bila dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya.

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan, total pembiayaan baru di 2017 tersebut, disalurkan untuk 1,7 juta kontrak baru. Dari jumlah kontrak itu, terdapat 665 ribu unit sepeda motor baru dan 48 ribu unit mobil baru yang dibiayai Adira Finance.

“Ini memberikan pangsa pasar bagi Perusahaan sebesar 11,3 persen untuk sepeda motor baru dan 4,4 persen untuk mobil baru,” ujarnya, di Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

Lebih lanjut, dirinya merincikan, untuk portofolio pembiayaan sepeda motor tercatat sejumlah Rp18,1 triliun. Kemudian untuk mobil sebesar Rp13,8 triliun dan barang rumah tangga (durables) tercatat mencapai Rp834 miliar.

Dengan demikian, lanjut dia, pembiayaan sepeda motor merupakan kontributor utama pembiayaan baru kami, yakni sebesar 55 persen, diikuti oleh pembiayaan mobil sebesar 42 persen dan sisanya adalah barang-barang rumah tangga (durables).

Baca juga: Adira Finance Catat Laba Bersih Rp 1,4 Triliun di 2017

“Pendorong pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang terbesar adalah pada produk sepeda motor bekas dan mobil baru,” ucapnya.

Untuk menunjang kegiatan usaha penyaluran pembiayaan ini, Adira Finance memiliki beberapa alternatif sumber pendanaan, yakni skema pembiayaan bersama dan pendanaan eksternal yang terdiri dari pinjaman perbankan baik dari dalam maupun luar negeri dan surat utang dalam negeri.

“Strategi ini membantu Perusahaan dalam memiliki fleksibilitas dalam memperoleh pendanaan yang mencukupi dengan tingkat bunga yang kompetitif,” paparnya.

Sepanjang tahun 2017, kata dia, piutang pembiayaan yang didanai skema pembiayaan bersama mencapai Rp18 triliun, atau setara dengan 40 persen dari piutang pembiayaan yang dikelola. Sementara pendanaan yang berasal dari eksternal mencapai Rp21 triliun.

“Pinjaman perbankan dan pasar modal memiliki kontribusi 50:50 persen. Gearing ratio terjaga pada tingkat 3,7 kali,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

3 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

3 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

4 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

4 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

5 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

6 hours ago