Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat, sepanjang 2017 telah menyalurkan kredit perumahan sekitar Rp140 triliun (unaudited) atau mengalami pertumbuhan sebesar 20,41 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya diperiode yang sama yakni Rp116,54 triliun.
Sementara itu, menurut Direktur Utama Bank BTN Maryono di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu, 3 Februari 2018, dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah pun, hingga akhir tahun lalu, Bank BTN telah menyalurkan kredit sekitar Rp71,34 triliun untuk 666.806 unit rumah.
“Realisasi tersebut tercatat mencapai 100,12 persen atau melebihi target Bank BTN pada 2017 sebesar 666.000 rumah,” ujarnya.
Sejauh ini, kata dia, Bank BTN terus menggenjot kredit perumahan melalui berbagai produk dan pameran perumahan. Salah satunya dengan ajang Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 yang diadakan mulai tanggal 3 sampai dengan 11 Februari 2018 yang diharapkan mampu mencetak kredit baru lebih dari Rp5 triliun.
Dia menambahkan, dalam IPEX 2018, perseroan meluncurkan produk KPR Zero untuk memudahkan masyarakat Indonesia memiliki rumah. Melalui produk yang merupakan rebranding dari KPR Easy Payment tersebut, debitur hanya membayar cicilan bunga KPR dengan grace period pokok selama 2 tahun.
Menurutnya, KPR Zero juga menawarkan pembebasan pembayaran beban pokok. “Dengan fasilitas yang kami tawarkan ini, kami berharap akan semakin banyak menjangkau masyarakat memiliki rumah dengan harga dan skema terjangkau,” tutup Maryono. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More