Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar saat menyampaikan paparan dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1). (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya di tengah gejolak indeks harga saham gabungan yang sempat mencatat anjlok dalam beberapa hari terakhir.
Pengunduran diri tersebut disampaikan secara resmi pada Jumat, 30 Januari 2026, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan diproses lebih lanjut sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana telah diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Selain Mahendra, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, I.B. Aditya Jayaantara juga mengundurkan diri.
Pengunduran diri ketiga petinggi OJK ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan.
Baca juga: Breaking News! Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi Mundur dari OJK
Sebelum dilantik menjadi Ketua DK OJK pada 20 Juli 2022, Mahendra memiliki rekam jejak panjang di birokrat dan diplomasi.
Mengutip laman resmi OJK, pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1962 ini tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak 25 Oktober 2019 sampai 19 Juli 2022.
Sebelumnya, dia menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (2019), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (2013-2014), Wakil Menteri Keuangan (2011-2013), dan Wakil Menteri Perdagangan (2009-2011).
Selain mengemban tugas pada institusi pemerintah, Mahendra tercatat pernah memegang berbagai jabatan komisaris di korporasi dan organisasi internasional.
Baca juga: Dirut BEI Mundur, OJK Pastikan Operasional Bursa Berjalan Normal
Pada 2003 hingga 2008, Mahendra menjabat sebagai komisaris PT Dirgantara Indonesia dan komisaris PT Aneka Tambang dari 2008 hingga 2009.
Berikut karier moncer yang pernah diemban oleh Mahendra:
Sementara mengenai pendidikan, Mahendra memperoleh gelar Master of Economics dari Monash University, Melbourne pada 1991 dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia di 1986. (*)
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menilai pelemahan rupiah minim dampak ke neraca bank, PDN hanya… Read More
Poin Penting IBM dorong penguatan kedaulatan digital untuk menjaga daya saing ekonomi Indonesia. Ekonomi digital… Read More
Poin Penting Ajaib telah melampaui 7 juta pengguna dan mayoritas merupakan investor ritel berusia 25–40… Read More
Poin Penting PT Bank CIMB Niaga Tbk menutup operasional kantor cabang 18–22 Maret 2026 saat… Read More
Poin Penting Bank Syariah Indonesia bersama PT Kereta Api Indonesia menghadirkan instalasi tematik bernuansa Timur… Read More
Poin Penting Indonesia Anti-Scam Centre mencatat 432.637 aduan penipuan online dengan kerugian Rp9,1 triliun, sementara… Read More