Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu. (Foto: Tangkapan layar)
Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BNI pada Senin, 15 Desember 2025, sepakat mengangkat Febrio Nathan Kacaribu sebagai komisaris perseroan. Kehadiran Febrio menambah warna baru di jajaran pengawas bank pelat merah tersebut.
Febrio yang aktif sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini merupakan sosok ekonom dengan latar kebijakan fiskal dan makroekonomi yang matang dalam perumusan strategi ekonomi nasional.
Mengutip lama Kemenkeu, karier profesional Febrio banyak diwarnai peran strategis di bidang riset dan kebijakan. Sejak 2015, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Riset Ekonomi Makro dan Keuangan di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI.
Baca juga: RUPSLB BNI Angkat Febrio Kacaribu Jadi Komisaris Gantikan Suminto
Reputasinya sebagai ekonom kebijakan kian menguat saat ia dilantik sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan pada 3 April 2020. Ini merupakan posisi kunci dalam merancang respons fiskal nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Keahliannya mencakup ekonomi dan proyeksi bisnis, pemodelan ekonomi, ekonomi keuangan dan moneter, hingga analisis kebijakan publik.
Portofolio tersebut kemudian diperkuat dengan penugasan sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan sejak 23 Mei 2025.
Sementara mengenai pendidikan, Febrio yang lahir di Sidikalang, Sumatra Utara pada 1978 ini menempuh pendidikan tinggi ekonomi secara komprehensif.
Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 2002, kemudian melanjutkan studi Master of International & Development Economics di Australian National University pada 2005. Konsistensinya di jalur akademik berlanjut hingga meraih gelar Ph.D dari University of Kansas pada 2014.
Baca juga: BNI Tutup Layanan Phone Banking, Nasabah Diimbau Segera Lakukan Ini
Febrio diangkat jadi komisaris BNI menggantikan posisi Suminto yang telah mendapatkan penugasan baru sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ex-officio Kementerian Keuangan sejak Oktober 2025.
“Masa jabatan Bapak Suminto sebagai Komisaris Perseroan berakhir sejak 8 Oktober 2025 dan pengukuhan pemberhentiannya ditetapkan dalam RUPS Luar Biasa ini,” kata Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama, BNI Putrama Wahju Setyawan dikutip 15 Desember 2025.
Berdasarkan RUPSLB 15 Desember 2025, berikut jajaran komisaris BNI:
Poin Penting Defisit APBN 2025 tercatat 2,92 persen dari PDB, melebar dari target 2,53 persen,… Read More
Poin Penting Bank Muamalat menegaskan isu dana nasabah hilang tidak benar, karena video viral terkait… Read More
Poin Penting Utang paylater perbankan mencapai Rp26,20 triliun per November 2025, tumbuh 20,34 persen (yoy)… Read More
Poin Penting OJK membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah untuk mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting KPK menetapkan Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,13 persen ke level 8.936,75, dengan transaksi mencapai… Read More