Poin Penting
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi mengangkat Didyk Choiroel sebagai komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini di Menara BTN, Jakarta.
Penunjukan ini menambah amunisi pengawasan BTN dengan figur berpengalaman panjang di birokrasi keuangan dan sektor perumahan nasional.
Sebelum masuk ke jajaran Dewan Komisaris BTN, Didyk menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Jabatan strategis tersebut diembannya sejak Januari 2025, seiring dengan penguatan agenda pemerintah dalam percepatan pembangunan perumahan rakyat dan penataan kawasan permukiman.
Lahir di Jakarta, 22 Juli 1955, Didyk bukan sosok baru di lingkaran pengambil kebijakan fiskal. Ia memiliki rekam jejak panjang di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb). Salah satu posisi penting yang pernah diembannya adalah Direktur Pelaksanaan Anggaran Kemenkeu pada 2018.
Baca juga: RUPSLB BTN Tetapkan Nixon Kembali Jadi Dirut, Didyk Choiroel Masuk Jajaran Komisaris
Tak lama berselang, Didyk dipercaya menduduki jabatan Direktur Pengelolaan Kas Negara. Dalam peran ini, ia dikenal sebagai penggagas pengembangan Modul Penerimaan Negara Generasi ke-3 (MPN G-3), sistem penerimaan negara berbasis elektronik yang diluncurkan pada 2019.
Selain berkarier sebagai pejabat eselon tinggi, Didyk juga memiliki pengalaman di level korporasi. Ia pernah menduduki posisi Komisaris PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), entitas BUMN yang berperan penting dalam restrukturisasi dan pengelolaan aset negara.
Dengan latar belakang kuat di bidang fiskal, pengelolaan kas negara, hingga sektor perumahan, kehadiran Didyk Choiroel di jajaran komisaris BTN diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan serta mendukung transformasi BTN sebagai bank fokus pembiayaan perumahan yang berkelanjutan.
Didyk akan menjalani uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum resmi menjalankan tugasnya.
Sementara itu, RUPSLB BTN tidak mengubah susunan dewan direksi. Nixon L.P. Napitupulu kembali dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama BTN.
Baca juga: Dukung Pemulihan, BTN Salurkan Bantuan Rp13,17 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Berikut susunan dewan komisaris dan direksi hasil RUPSLB BTN Rabu, 7 Januari 2026:
Poin Penting: Pemerintah menyiapkan RUU Perumahan yang telah mendapat persetujuan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.… Read More
Poin Penting Belanja pemerintah pusat hingga Februari 2026 mencapai Rp346,1 triliun (11 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Penerimaan pajak Februari 2026 mencapai Rp245,1 triliun, tumbuh 30,4 persen atau 10,4 persen… Read More
Poin Penting Pasar modal Indonesia dinilai memasuki fase reformasi untuk meningkatkan daya saing global melalui… Read More
Poin Penting APBN hingga Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap PDB,… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 1.512 dapur MBG di wilayah II karena belum memenuhi standar… Read More