News Update

Sepak Terjang Didyk Choiroel yang Diangkat Jadi Komisaris BTN

Poin Penting

  • BTN mengangkat Didyk Choiroel sebagai komisaris melalui RUPSLB yang digelar hari ini di Menara BTN, Jakarta
  • Didyk memiliki rekam jejak panjang di birokrasi keuangan dan sektor perumahan, terakhir menjabat Sekjen Kementerian PKP sejak Januari 2025
  • RUPSLB BTN tidak mengubah jajaran direksi, dengan Nixon L.P. Napitupulu kembali dipercaya sebagai Direktur Utama, sementara Didyk menunggu fit and proper test OJK.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi mengangkat Didyk Choiroel sebagai komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini di Menara BTN, Jakarta.

Penunjukan ini menambah amunisi pengawasan BTN dengan figur berpengalaman panjang di birokrasi keuangan dan sektor perumahan nasional.

Profil Didyk Choiroel

Sebelum masuk ke jajaran Dewan Komisaris BTN, Didyk menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Jabatan strategis tersebut diembannya sejak Januari 2025, seiring dengan penguatan agenda pemerintah dalam percepatan pembangunan perumahan rakyat dan penataan kawasan permukiman.

Lahir di Jakarta, 22 Juli 1955, Didyk bukan sosok baru di lingkaran pengambil kebijakan fiskal. Ia memiliki rekam jejak panjang di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb). Salah satu posisi penting yang pernah diembannya adalah Direktur Pelaksanaan Anggaran Kemenkeu pada 2018.

Baca juga: RUPSLB BTN Tetapkan Nixon Kembali Jadi Dirut, Didyk Choiroel Masuk Jajaran Komisaris

Tak lama berselang, Didyk dipercaya menduduki jabatan Direktur Pengelolaan Kas Negara. Dalam peran ini, ia dikenal sebagai penggagas pengembangan Modul Penerimaan Negara Generasi ke-3 (MPN G-3), sistem penerimaan negara berbasis elektronik yang diluncurkan pada 2019.

Selain berkarier sebagai pejabat eselon tinggi, Didyk juga memiliki pengalaman di level korporasi. Ia pernah menduduki posisi Komisaris PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), entitas BUMN yang berperan penting dalam restrukturisasi dan pengelolaan aset negara.

Dengan latar belakang kuat di bidang fiskal, pengelolaan kas negara, hingga sektor perumahan, kehadiran Didyk Choiroel di jajaran komisaris BTN diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan serta mendukung transformasi BTN sebagai bank fokus pembiayaan perumahan yang berkelanjutan.

Didyk akan menjalani uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum resmi menjalankan tugasnya.

Sementara itu, RUPSLB BTN tidak mengubah susunan dewan direksi. Nixon L.P. Napitupulu kembali dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama BTN.

Baca juga: Dukung Pemulihan, BTN Salurkan Bantuan Rp13,17 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Berikut susunan dewan komisaris dan direksi hasil RUPSLB BTN Rabu, 7 Januari 2026:

Dewan Komisaris BTN

  • Komisaris Utama: Suryo Utomo
  • Wakil Komisaris Utama: Dwi Ary Purnomo
  • Komisaris: Fahri Hamzah
  • Komisaris: Didyk Choiroel
  • Komisaris Independen: Ida Nuryanti
  • Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh
  • Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit

Direksi BTN

  • Direktur Utama: Nixon LP Napitupulu
  • Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo
  • Direktur Information Technology: Tan Jacky Chen
  • Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti
  • Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho
  • Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo
  • Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa
  • Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan
  • Direktur Commercial Banking: Hermita.

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

IHSG Ditutup Lanjut Melemah 0,61 Persen ke Level 7.048

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,61 persen ke level 7.048,22. Mayoritas sektor dan seluruh indeks… Read More

3 hours ago

BGN Hentikan Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Ini Alasannya

Poin Penting BGN menghentikan sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur mulai 1 April 2026. Penghentian… Read More

3 hours ago

Kepala BGN Beberkan 93 Persen Anggaran Rp268 T ke MBG, Ini Rinciannya

Poin Penting Sebanyak 93 persen anggaran BGN Rp268 triliun dialokasikan langsung untuk Program MBG. Porsi… Read More

3 hours ago

Bos Maybank Pilih Realistis, Target KBMI 4 Belum Jadi Prioritas

Poin Penting Maybank Indonesia memilih bersikap realistis di tengah sinyal OJK terkait peluang kenaikan bank… Read More

4 hours ago

Maybank Terapkan Strategi “Dua Kaki” Garap Pembiayaan Otomotif

Poin Penting Maybank Indonesia menerapkan strategi “dua kaki” dengan membagi pembiayaan otomotif ke dua entitas,… Read More

4 hours ago

Komisi XII Dorong Mitigasi Berlapis Hadapi Ancaman Krisis Energi Global

Poin Penting DPR mendorong mitigasi berlapis untuk menghadapi risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah.… Read More

4 hours ago