Saat ini, lanjut dia, fokus pelaku pasar telah beralih ke FOMC meeting yang akan diumumkan pada Kamis minggu ini, meskipun sejauh ini kondisi di pasar global telah mengantisipasi kenaikan Fed Fund rate target +25bps jauh-jauh hari.
“Tendensi the Fed mengenai prospek 2017 juga akan memengaruhi pergerakan pasar,” ucap Rangga.
Kendati demikian, realisasi tax amnesty periode II yang masih di bawah harapan diperkirakan menjadi sumber sentimen negatif menjelang tutup tahun. “Karena ini akan meminta defisit fiskal yang lebih lebar dan diperkirakan mendekati 3% terhadap PDB,” tutupnya. (*)
(Baca juga: Aksi Spekulan Ikut Pengaruhi Penguatan Rupiah)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto berencana mengganti direksi bank-bank Himbara yang dinilai tidak bekerja maksimal… Read More
Poin Penting Ekspor Indonesia sepanjang 2025 naik 6,15 persen menjadi USD282,91 miliar, dengan industri pengolahan… Read More
Oleh Karnoto Mohamad, Wakil Pemimpin Redaksi Infobank DALAM Kalender Tiongkok, masyarakat memasuki Tahun Shio Kuda… Read More
Poin Penting BSI meluncurkan Hasanah Card Contactless bekerja sama dengan Mastercard dan menargetkan 100 ribu… Read More
Poin Penting POJK 36/2025 jadi tonggak tata kelola asuransi kesehatan, karena untuk pertama kalinya menempatkan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka turun 0,36 persen ke level 8.299,82 dengan nilai transaksi Rp814,38 miliar;… Read More