Saat ini, lanjut dia, fokus pelaku pasar telah beralih ke FOMC meeting yang akan diumumkan pada Kamis minggu ini, meskipun sejauh ini kondisi di pasar global telah mengantisipasi kenaikan Fed Fund rate target +25bps jauh-jauh hari.
“Tendensi the Fed mengenai prospek 2017 juga akan memengaruhi pergerakan pasar,” ucap Rangga.
Kendati demikian, realisasi tax amnesty periode II yang masih di bawah harapan diperkirakan menjadi sumber sentimen negatif menjelang tutup tahun. “Karena ini akan meminta defisit fiskal yang lebih lebar dan diperkirakan mendekati 3% terhadap PDB,” tutupnya. (*)
(Baca juga: Aksi Spekulan Ikut Pengaruhi Penguatan Rupiah)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More