Rupiah; Menguat. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (4/3) diperkirakan akan melanjutkan tren aspresiasi yang didorong oleh sentimen eksternal dan domestik.
Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta mengatakan, faktor global yang mendorong penguatan Rupiah adalah kenaikan harga minyak serta pelemahan dollar index, sehingga menjaga sentimen positif..
Sementara di sisi domestik, kata dia, ekspektasi inflasi yang turun menyusul rencana Pertamina untuk memangkas harga Premium di April mendatang, dalam jangka panjang akan mendukung penguatan Rupiah lebih lanjut.
“Rupiah masih bisa menguat, cadangan devisa ditunggu. Cadangan devisa ditunggu, kemungkinan bisa turun tipis,” ujar Rangga dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 4 Maret 2016.
Menurutnya, sentimen-sentimen positif tersebut juga telah berdampak pada pergerakan Rupiah Kamis sore (3/3). Rupiah masih melanjutkan penguatannya hingga Kamis sore sejalan dengan pelemahan Dolar di Asia.
“Penguatan tersebut sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta Surat Utang Negara (SUN),” tutup Rangga. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More