Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Budi Urtadi.
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi tadi sempat dibuka naik tipis 2,44 poin atau 0,04 persen ke level 5.854,44 pada perdagangan Jumat, 15 September 2017. Sedangkan Indeks LQ45 naik tipis 0,61 poin atau 0,06 persen ke level 974,78.
Maraknya sentimen negatif yang muncul dipasar membuat indeks hari ini justru balik arah ke zona merah. Berdasarkan pantauan pasar, hingga pukul 11:30 posisi IHSG berada di level 5.837,02 atau turun 14.97 poin.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia,
Indeks AS sendiri semalam ditutup melemah.
Dari sisi ekonomi, data inflasi AS tercatat tumbuh 1,9 persen yoy di bulan Agustus, inline dengan konsensus. Data inflasi ini menjadi acuan investor untuk memperkirakan kebijakan moneter the Fed.
Konsensus yang mengestimasi kenaikan suku bunga terjadi di bulan Desember meningkat menjadi 52,9 persen.
Pagi ini berita diberbagai media internasional dihiasi pemberitaan Korea Utara yang kembali meluncurkan misil keduanya melewati Jepang, seperti tidak mengindahkan ancaman sanksi serius dari PBB.
Dari pasar komoditas harga minyak dunia tercatat relatif flat di USD55,3/barrel dengan permintaan diproyeksikan akan meningkat dalam waktu dekat. Sementara harga emas tercatat menguat ke USD1.332/toz dengan geopolitik masih menjadi katalis.
Investor menantikan neraca perdagangan Indonesia untuk bulan Agustus yang akan dirilis dalam waktu dekat. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Amartha buka peluang IPO di Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan… Read More
Poin Penting OJK menilai bank KBMI I (modal inti hingga Rp6 triliun) masih berpeluang memperkuat… Read More
Poin Penting Amartha menyalurkan pembiayaan Rp13,2 triliun pada 2025, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan,… Read More
Poin Penting BNI–Siemens Indonesia menjalin kerja sama pembiayaan Rp300 miliar untuk proyek dan modal kerja… Read More
Poin Penting Tensi geopolitik mendorong aliran dana ke USD, membuat rupiah tetap rentan meski sempat… Read More
Poin Penting Empat BPR/BPRS dilikuidasi akibat dampak bencana di wilayah Sumatra, dengan kondisi terparah dialami… Read More