Market Update

Sempat Menguat, IHSG Ditutup Terkoreksi 0,62%

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini ditutup terkoreksi ke zona merah setelah bergerak variatif sebesar 42,75 poin atau melemah 0,62% ke level 6.897 dari dibuka di level 6.940 pada pembukaan perdagangan hari ini (9/2).

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 315 saham terkoreksi, 202 saham menguat, dan 215 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 36,58 miliar saham diperdagangkan dengan 1,17 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp10,20 triliun.

Pergerakan ke zona merah tersebut juga diikuti oleh beberapa indeks yang mengalami pelemahan, seperti IDX30 melemah 0,75% menjadi 495,43, LQ45 melemah 0,70% menjadi 952,23, JII melemah 0,89% menjadi 579,62, dan SRI-KEHATI melemah 0,25% menjadi 423,60.

Kemudian, hanya sebagian sektor yang mengalami penguatan, diantaranya, sektor keuangan menguat 0,16%, sektor non-siklikal menguat 0,03%, dan sektor transportasi menguat 0,01%.

Sedangkan, sektor lainnya menunjukan pelemahan, sektor tersebut diantaranya, sektor teknologi melemah 4,00%, sektor energi melemah 1,37%, sektor siklikal melemah 1,04%, sektor industrial melemah 0,90%, sektor infrastruktur melemah 0,82%, sektor bahan baku melemah 0,50%, sektor kesehatan melemah 0,37%, dan sektor properti 0,34%.

Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU), dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU). Sedangkan saham top losers adalah PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP), PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), dan PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU). (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Sentral Global Menghadapi Ekspektasi yang Lebih Tinggi: Ke Mana Arah BI-Rate?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More

45 mins ago

Jangan Asal Berangkat, Ini 6 Tip Mudik Lebaran agar Aman dan Nyaman

Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More

2 hours ago

Transaksi ZISWAF BSI Tembus Rp30 Miliar di Ramadhan 2026, Naik 2 Kali Lipat

Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More

4 hours ago

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

21 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

22 hours ago