Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (10/11) kembali ditutup pada zona merah ke level 6.809 atau mengalami pelemahan sebanyak 0,42 persen.
Meski melemah, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perdagangan saham pada periode tanggal 6 hingga 10 November 2023 mengalami kenaikan sebesar 0,30persen menjadi 6.809,263 dari 6.788,850 pada penutupan pekan yang lalu.
Baca juga: Pasar Modal Indonesia Masih Bergairah, Ini Buktinya
Pj.S. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyebutkan bahwa rata-rata nilai transaksi harian saham pekan ini turut mengalami peningkatan sebesar 16,60 persen menjadi Rp12,77 triliun dari Rp10,95 triliun pada pekan sebelumnya.
“Kapitalisasi pasar saham Bursa pekan ini meningkat sebesar 1,28 persen menjadi Rp10.688 triliun dari Rp10.553 triliun pada pekan sebelumnya,” ucap Kautsar dalam keterangan resmi dikutip, 11 November 2023.
Namun, frekuensi transaksi harian saham secara rata-rata mengalami penurunan sebesar 11,36 persen menjadi 1.115.185 kali transaksi dari 1.258.036 pada sepekan yang lalu.
Baca juga: Cara Dompet Dhuafa dan BEI Ajak Milenial Tingkatkan Wakaf di Pasar Modal
Di mana, penurunan tersebut sejalan dengan rata-rata volume transaksi harian saham turun sebesar 16,34 persen menjadi 19,11 miliar lembar saham dari 22,84 miliar lembar saham pada sepekan yang lalu.
Adapun, investor asing pada Jumat mencatatkan nilai jual bersih saham sebesar Rp705,32 miliar dan sepanjang tahun 2023 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih saham sebesar Rp16,19 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More