Nasabah kini kembali bisa mengakses mobile banking BCA/istimewa
Jakarta – Mobile banking (m-banking) milik BCA yang sempat ‘down’ dan membuat nasabahnya kesulitan mengakses layanan perbankan pada Senin siang (25/9), kini sudah kembali normal dan aman.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, gangguan pada layanan m-banking BCA telah kembali normal, baik untuk melakukan cek saldo, transfer atau transaksi lain.
“M-Banking sudah kembali normal dan My BCA juga sudah pulih,” katanya, dikutip Senin (25/9).
Baca juga: M-banking Eror Saat Tanggal Gajian, Ini Penjelasan Bos BCA
Sebelumnya, BCA melalui akun Twitter resmi BCA @haloBCA, menyampaikan permintaan maafnya atas keluhan yang dialami pelanggan. BCA berupaya semaksimal dan secepat mungkin melakukan proses pemulihan dan perbaikan.
“Untuk saat ini fasilitas BCA mobile sedang dilakukan pemeliharaan sistem. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya. BCA berupaya semaksimal dan secepat mungkin melakukan proses pemulihan dan perbaikan,” tulis akun resmi BCA membalas pertanyaan warganet di media sosial.
Sebagaimana diketahui, pada Senin siang, sekitar pukul 12.00 WIB, layanan M-Banking BCA mengalami gangguan teknis. Ramai warganet pun mengeluhkan di media sosial.
Pun demikian saat tim Infobanknews mencoba menggunakan layanan mobile banking BCA, pada waktu yang bersamaan memang masih bisa dipergunakan untuk masuk ke menu aplikasi. Begitu juga memasukan kode akses dan membuka menu.
Baca juga: 20.000 Data Nasabah BCA Dijual di Dark Web, Tersangka Ternyata Eks Karyawan Pinjol dan Judi Online
Namun, saat tim Infobanknews hendak menggunakan untuk melakukan transaksi seperti cek saldo atau transfer, layanan tersebut hanya menunjukkan logo loading yang terus berputar.
Namun, selang satu jam kemudian saat mencoba kembali M-Banking BCA, rupanya layanan perbankan tersebut sudah berjalan normal dan aman. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More