Perbankan

Semester I 2024, Sri Mulyani Tarik Utang Baru Rp214,69 Triliun

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mencatat pemerintah menarik utang baru sebesar Rp214,69 triliun di semester I 2024. Angka ini naik 29 persen secara tahunan (yoy) dari semester I 2023 senilai Rp 166,5 triliun.

Sri Mulyani menyebutkan realisasi pembiayaan utang masih jauh dari target tahun 2024. Di mana, pemerintah baru menarik utang sebanyak 33,1 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan sebesar Rp648,1 triliun. 

“Pembiayaan utang di semester I 2024 Rp214,69 triliun atau 33,13 persen terhadap pagu,” dikutip dalam buku APBN KiTa edisi Juni 2024, Selasa, 30 Juli 2024.

Baca juga: ‘Lampu Kuning’ Utang Pemerintah Sudah Tembus Rp8.444 Triliun, Hampir 40 Persen PDB

Secara rinci, penarikan utang tersebut berasal dari Surat Berharga Negara (Neto) Rp206,18 triliun atau 30,9 persen dari APBN. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp157,9 triliun. 

Kemudian, realisasi utang yang berasal dari pinjaman (neto) mencapai Rp8,51 triliun, lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp8,6 triliun. Adapun pinjaman (neto) berasal dari pinjaman dalam negeri (neto) Rp1,87 triliun dan pinjaman luar negeri (neto) Rp6,65 triliun. 

Pemerintah juga melakukan penarikan pinjaman luar negeri (bruto) Rp49,81 triliun dan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri Rp43,16 triliun.

Baca juga: Alert! Ekonom Ungkap Utang Pemerintah dalam Posisi Tak Aman

Lebih lanjut, pembiayaan investasi tercatat Rp47,84 triliun, yang disalurkan untuk investasi kepada BUMN Rp28,16 triliun dan investasi kepada BLU mencapai Rp15 triliun. Kemudian, investasi kepada Organisasi/Lembaga Keuangan Internasional/Badan Usaha Internasional Rp1,98 triliun, penerimaan kembali investasi Rp3,31 triliun, serta investasi pemerintah Rp6 triliun. 

Selain itu, pemerintah memberikan pinjaman sebesar Rp744,35 miliar dan merealisasikan anggaran pembiayaan lainnya Rp402,04 miliar yang berasal dari hasil pengelolaan aset. Secara total, realisasi pembiayaan anggaran hingga semester I 2024 mencapai Rp167,99 triliun atau 32,13 persen dari pagu. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

4 mins ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

52 mins ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

1 hour ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

1 hour ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

1 hour ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

4 hours ago