Keuangan

Semester I 2023, MSIG Life Insurance Bayarkan Klaim Lebih dari Rp1,3 Triliun

Jakarta – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) atau sebelumnya bernama PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk telah mencatat pembayaran total klaim dan manfaat asuransi sebesar lebih dari Rp1,3 triliun di semester I-2023.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur LIFE, Herman Sulistyo, dalam Public Expose yang dilaksanakan di Jakarta, 19 September 2023, di mana total klaim tersebut sebagian besar dibayarkan untuk manfaat dan penebusan produk unitlink atau PAYDI.

“MSIG Life Insurance telah membayarkan total klaim dan manfaat asuransi lebih dari Rp1,3 triliun sepanjang semester I-2023, sebagian besar dibayarkan untuk manfaat dan penebusan unit dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi PAYDI atau lebih dikenal unitlink,” ucap Herman.

Baca juga: Perusahaan Asuransi Mulai Gunakan Teknologi AI, Ini Manfaatnya

Kemudian, Herman menambahkan bahwa lebih dari Rp273 miliar, perusahaan telah membayarkan klaim kesehatan untuk penyakit kritis dan manfaat meninggal dunia kepada nasabah individu dan nasabah kumpulan.

“Sementara lebih dari Rp273 miliar dibayarkan untuk klaim kesehatan, penyakit kritis dan manfaat meninggal dunia untuk nasabah individu dan juga nasabah kumpulan kita,” imbuhnya.

Adapun, dirinya merinci lima pembayaran manfaat kesehatan terbesar bagi nasabah individu diberikan untuk penyakit diare, demam tipoid, radang usus buntu, demam berdarah, dan juga Covid-19.

Sedangkan, lima pembayaran manfaat terbesar bagi nasabah kumpulan diberikan untuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit diare, demam, dan inflamasi akut nafas atas.

Selain itu, Perusahaan juga berhasil mencatatkan total laba bersih tumbuh Melesat 398 persen secara tahunan dengan didukung oleh rasio solvabilitas yang kuat mencapai 2.528 persen, jauh di atas persyaratan minimum regulator sebesar 120 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Sinarmas MSIG Life, Wianto Chen menuturkan, bahwa Perusahaan berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan melalui transformasi dan implementasi fase pertama strategi jangka menengah, yaitu GREAT 2025 atau Grow Sustainable Business, Excellent Services, As Trusted Partner dengan sukses.

“Pencapaian tersebut memantapkan langkah kami melanjutkan strategi fase kedua pada 2023 yang berfokus pada pertumbuhan bisnis ritel, peningkatan profitabilitas dan efisiensi hasil operasional untuk mewujudkan aspirasi kami menjadi Perusahaan asuransi jiwa Jepang nomor satu di Indonesia,” ujar Wianto.

Tidak hanya itu, Perusahaan juga berhasil menjalankan strategi diversifikasi dan diferensiasi pada kanal distribusi maupun lini usaha, dimana dari kanal distribusi, pendapatan perusahaan dari keagenan berhasil tumbuh 257 persen secara yoy di 2022, mencapai 21 persen dari total pendapatan bisnis baru perusahaan.

Dengan capaian tersebut, kanal distribusi keagenan bisa menjadi tulang punggung bisnis perusahaan bersama dengan kanal bancassurance. Sementara itu, sepanjang semester I-2023, kontribusi yang berasal dari premi reguler sebesar 61 persen, sejalan dengan strategi perusahaan untuk tumbuh berkelanjutan.

Baca juga: Manulife Hadirkan Asuransi Dwiguna, Bantu Nasabah Siapkan Dana Pensiun Sekaligus Pendidikan Anak

Keberhasilan itu terjadi berkat inovasi produk yang telah menjawab kebutuhan masyarakat yang kian beragam serta layanan digital guna meningkatkan kualitas pelayanan nasabah yang dihadirkan sepanjang 2022 hingga 2023.

Di mana secara keseluruhan, Perusahaan telah melakukan digitalisasi terkait peningkatan layanan nasabah, diantaranya percepatan proses verifikasi E-SPAJ menjadi polis hanya dalam 18 menit dan percepatan pemrosesan kode agen hanya 5 menit melalui aplikasi ORION, fitur biometric verification, hingga memperbanyak metode pembayaran untuk mempermudah nasabah dalam bertransaksi polis. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

4 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

9 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

10 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

11 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

21 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

22 hours ago