News Update

Semester I-2018, Adira Finance Salurkan Pembiayaan Rp18,4 Triliun

Jakarta – PT Adira Dinamika MuIti Finance (Adira Finance) telah menyalurkan pembiayaan disepanjang Semester I 2018 sebesar Rp18,4 triliun. Angka tersebut mengalami pertumbuhan mencapai 17 persen bila dibandingkan dengan penyaluran pembiayaan tahun lalu diperiode yang sama.

Direktur Utama Adira Finance, Hafid HadeIi di Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018 mengatakan, komposisi penyaluran pembiayaan di Semester I 2018 masih didominasi oleh kendaraan bermotor roda dua yakni sekitar 50 persen, sedangkan untuk kendaraan roda empat sekitar 44 persen.

“Kita rata-rata di otomotif, jadi kalau dilihat dari pembagiannya, motor baru itu 36 persen, motor bekas 14 persen, mobil baru 26 persem, mobil bekas 18 persen, elektronik 3 persen, kemudian multipurpose kira-kira 5 persen. Semua portofolio mengalami kenaikan,” ujarnya.

Sedangkan untuk komposisi sumber pendanaan Adira Finance masih sama dengan tahun lalu, yakni 50 persen dari obligasi dan sukuk, 26 persen pinjaman dari dalam negeri dan 24 persen pinjaman dari luar negeri. Kendati suku bunga acuan BI sudah naik 1 persen, namun Adira Finance belum berencana merombak porsi pendanaannya.

“Belum, masih sama. Jadi, waktu kita tetapkan pendanaan itu kan kita lihat suku bunga yang kompetitif, instrumennya apa pada saat itu, jadi kita gak bisa tentukan didepan. Seperti sekarang pembiayaan luar negeri karena gejolak rupiah itu offshore akan lebih mahal,” ucapnya.

Asal tahu saja, Adira Finance menargetkan pertumbuhan pembiayaannya sekitar 5 persen sampai dengan 10 persen hingga akhir tahun ini. Untuk mencapai target pertumbuhan pembiayaan di 2018 ini, perseroan berencana mempertimbangkan penambahan pendanaan yakni kisaran angka Rp10 triliun hingga Rp11 triliun. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

29 mins ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

57 mins ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

1 hour ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

1 hour ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

2 hours ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

2 hours ago