Categories: Keuangan

Semester I-2015, Mandiri Tunas Finance Untung Rp154 Miliar

Pendapatan MTF yang meningkat 29,14% di semester I 2015 telah mendorong laba perusahaan mencapai Rp154 miliar. Rezkiana Nisaputra

Jakarta–Perusahaan pembiayaan hasil joint venture antara PT Bank Mandiri Tbk dan PT Tunas Ridean Tbk yakni PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mencatatkan laba di sepanjang kuartal II-2015 sebesar Rp154 miliar atau meningkat 35,92% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp113,3 miliar.

Direktur Utama MTF, Ignatius Susatyo Wijoyo menjelaskan, peningkatan laba di kuartal II-2015 ini didorong oleh pendapatan MTF yang mencapai Rp919,4 miliar atau meningkat Rp207,4 miliar (29,14%) jika dibandingkan dengan pendapatan MTF tahun sebelumnya di periode yang sama yakni Rp711,9 miliar.

Menurutnya, kontribusi pendapatan terbesar bersumber dari pembiayaan konsumen sebesar 72%. “6% dari sewa pembiayaan. Dan sisanya itu dari pendapatan bunga dan lain-lain,” ujar Susatyo di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2015.

Sementara untuk total aset sampai dengan pertengahan tahun ini mencapai Rp8,22 triliun atau meningkat Rp1,3 triliun (19,64%) jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar Rp6,87 triliun. “MTF tetap tumbuh, kualitas tetap terjaga. Kami akan fokus pada segmen pembiayaan mobil baru,” tutupnya. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

9 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

14 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

14 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

14 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

14 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

15 hours ago