Labanya meningkat sebesar 32,4% secara year on year. Peningkatan laba dikontribusikan dari kenaikan pendapatan yang mencapai Rp2,78 triliun. Apriyani Kurniasih.
Jakarta–PT Agung Podomoro Land Tbk (Agung Podomoro) mencatatkan pertumbuhan penjualan dan pendapatan usaha sebesar 21% ditengah iklim bisnis yang kurang kondusif tahun ini. Hingga semester I 2015, penjualan dan pendapatan usaha Agung Podomoro naik menjadi Rp2,78 triliun dari Rp2,29 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pengakuan penjualan dari pengembangan property tumbuh 21,6% menjadi Rp2.003,9 miliar pada Juni 2015, meningkat dari Rp1.648,2 miliar pada Juni tahun lalu. Sementara pendapatan dari sewa dan dari pendapatan berulang lainnya tumbuh 19,4% menjadi Rp771,8 miliart dari Rp646,6 miliar. Kontribusi dari pendapatan berulang terhadap penjualan dan pendapatan usaha, tetap sebesar 28% atau relatif sama dengan kontribusi pada periode yang sama tahun sebelumnya
Meningkatnya penjualan dan pendapatan usaha berimbas positif terhadap laba. Sampai dengan semester I 2015, laba kotor tumbuh 32,4% menjadi Rp1,44 triliun. meningkat dari Rp1.09 triliun pada Juni 2014. Sementara marjin laba kotor meningkat menjadi 52,0% pada Juni 2015 dari 47,5% pada periode yang sama tahun lalu.Pada periode tersebut laba komprehensif tumbuh 46,9% menjadi sebesar Rp507,8 miliar dari Rp345,7 miliar dengan marjin laba bersih 18,3%.
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More