Jakarta–PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mencatat laba tahun berjalan mencapai Rp167 miliar per Juni 2016. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 9,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama MTF, Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, pertumbuhan laba ini sejalan dengan pendapatan perseroan pada periode Januari-Juni 2016 yang tercatat sebesar Rp1,2 triliun atau mengalami pertumbuhan 32% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, di tengah kondisi penjualan mobil yang belum mengalami peningkatan signifikan yang seiring dengan pelambatan ekonomi, perseroan masih mampu menunjukkan pertumbuhan dari segi labanya. Dirinya optimis, sampai akhir tahun laba perseroan akan terus tumbuh.
“Di tengah lesunya penjualan otomotif, MTF terus dapat mempertahankan kinerja yang baik dengan berbagai strategi marketing yang kreatif dengan terus mengeluarkan program-program pembiayaan yang menarik,” ujar Ignatius di Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2016.
Dia mengungkapkan, dengan perolehan laba di Semester I-2016 yang tercatat sebesar Rp167 miliar ini, masih sejalan dengan target laba perusahaan yang dipatok mencapai Rp333 miliar di 2016. Oleh sebab itu, berbagai strategi telah disiapkan MTF untuk dapat mencapai target di 2016.
“MTF telah meluncurkan inovasi produk dan program pembiayan mobil baru. Hingga akhir Agustus ini, program undian Bebas Bahan Bakar 1 Tahun masih bisa didapatkan konsumen yang membeli mobil secara kredit melalui MTF. MTF juga memberikan program pembiayaan lain untuk memberikan kemudahan seperti program pembiayaan multiguna dan program trade-in,” ucapnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More