Semester I 2018, Penyaluran Kredit BRI Capai Rp794,3 Triliun
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk telah menyalurkan kredit pada Semester I 2018 sebesar Rp794,3 triliun atau mengalami pertumbuhan 15,5 persen dibanding kredit BRI periode yang sama tahun lalu sebesar Rp687,9 triliun.
Direktur Utama BRI, Suprajarto mengatakan, pertumbuhan kredit yang mencapai double digit tersebut disumbang dari beberapa segmen yang tumbuh positif.
“Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih mendominasi portofolio penyaluran kredit bank BRI, tercatat senilai Rp602,7 triliun atau sekitar 75,9 persen dari keseluruhan portofolio kredit,” ujar Supradjarto di Jakarta, Selasa, 31 Juli 2018.
Baca juga: BRI Catat Laba Bersih Rp14,9 Triliun di Semester I-2018
Jika diperinci, penyaluran kredit UMKM BRI ditopang oleh sektor mikro sebesar Rp257,7 triliun yang tumbuh 14 persen year on year (yoy), kredit konsumer sebesar Rp124,3 triliun atau tumbuh 16,1 persen (yoy), ritel dan menengah sebesar Rp220,7 triliun atau tumbuh 14,1 persen (yoy).
Pertumbuhan kredit BRI yang positif ini mampu diimbangi dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga. Hingga Semester I 2018, NPL BRI tercatat sebesar 2,41 persen (gross).
“Bank BRI akan terus berkomitmen memberdayakan UMKM di Indonesia. Target kami tahun 2022, penyaluran kredit ke UMKM mencapai sekurang-kurangnya 80 persen dari total kredit BRI,” tutup Supradjarto.
Sebagai informasi, hingga semester pertama 2018 PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp14,9 triliun atau meningkat 11 persen secara year on year (yoy).(Bagus)
Oleh Wilson Arafat, Bankir senior, Spesialisasi di bidang GRC, ESG, dan Manajemen Transformasi MEMASUKI 2026,… Read More
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More