Ekonomi dan Bisnis

Semen Indonesia Raih Tiga Penghargaan dari Alpha Southeast Asia

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berhasil meraih penghargaan dalam ajang 9th Annual Institutional Investor Awards For Corporates 2019 dari Alpha Southeast Asia.

Perseroan berhasil meraih 3 (tiga) penghargaan diantaranya Most Organised Investor Relations, Strongest Adherence to Corporate Governance dan Most Consistent Divided Policy.

Penghargaan diserahkan oleh CEO & Publisher Alpha Southeast Asia, Siddiq Bazarwala kepada Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso di  Singapura, Selasa, 17 September 2019.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas kredibilitas perusahaan di mata shareholder.

Semen Indonesia dipandang konsisten dan mampu memberikan nilai bagi para pemegang saham secara berkelanjutan dan transparan sehingga investor memahami kegiatan bisnis Perseroan.

Selain itu, Perseroan dianggap memiliki kebijakan dividen (dividend policy) yang konsisten, serta unggul dalam menjalankan Good Corporate Governance (GCG).

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk mendorong kinerja Perseroan dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Sigit Wahono.

Penghargaan 9th Annual Institutional Investor Awards For Corporates 2019, diberikan kepada perusahaan di Asia Tenggara melalui sistem polling dalam penerapan manajemen finansial, tata kelola perusahaan, Corporate Social Responsibility dan Investor Relations.

Tahun ini, polling diikuti 494 pemilih dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Partisipan meliputi manajer keuangan dengan ketertarikan investasi di Asia Tenggara, lembaga investor besar, perusahaan asuransi, pengelola dana pensiun, bank swasta, broker dan analis. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Gaya Hidup Menggeser Risiko Penyakit ke Usia Muda? Simak Persiapan Menghadapi Risikonya

Jakarta - Banyak orang masih percaya bahwa penyakit kritis hanya untukusia lanjut. Selama tubuh terasa kuat dan aktivitas berjalan normal, risiko kesehatan sering dianggap sebagai kekhawatiran “nanti saja”. Padahal, tren global menunjukan cerita berbedayang mana penyakit kritis kini juga sering terjadi pada usia produktif.  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 16 September 2025 mencatat bahwa penyakit tidak menular menyebabkan 74… Read More

1 min ago

Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More

49 mins ago

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

3 hours ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

3 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

3 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

4 hours ago