Selain akuisisi pabrik semen di Bangladesh, perseroan pun tengah mengincar beberapa perusahaan yang memiliki pabrik building material di Tanah Air. Malah, Yani menyebutkan ada lebih dari dua perusahaan yang sedang perseroan jajaki saat ini.
“Kita mungkin ada beberapa target company yang domestik juga mungkin ada. Kalau yang building material bisa saja tahun ini. Building material itu bisa untuk ready mix mungkin, pokoknya building material,” ungkapnya.
Baca juga: Hendi Prio Santoso Jadi Dirut Semen Indonesia
Rencananya dana akuisisi beberapa perusahaan tersebut tidak termasuk alokasi dana belanja modal perseroan di tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp6 triliun hingga Rp7 triliun.
Untuk memperoleh dana itu, Semen Indonesia pun berniat untuk kembali menerbitkan surat utang atau bonds berkisar antara Rp1 triliun hingga Rp2 triliun. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More
Poin Penting BBRI membagikan dividen Rp52,10 triliun dari laba bersih 2025 sebesar Rp56,65 triliun, dengan… Read More
Poin Penting Kejagung mengungkap modus pengondisian tender yang menyebabkan harga minyak dan produk kilang dalam… Read More
Poin Penting PT Pegadaian membuka kantor cabang di Timor Leste sebagai langkah strategis memperluas layanan… Read More