Selain akuisisi pabrik semen di Bangladesh, perseroan pun tengah mengincar beberapa perusahaan yang memiliki pabrik building material di Tanah Air. Malah, Yani menyebutkan ada lebih dari dua perusahaan yang sedang perseroan jajaki saat ini.
“Kita mungkin ada beberapa target company yang domestik juga mungkin ada. Kalau yang building material bisa saja tahun ini. Building material itu bisa untuk ready mix mungkin, pokoknya building material,” ungkapnya.
Baca juga: Hendi Prio Santoso Jadi Dirut Semen Indonesia
Rencananya dana akuisisi beberapa perusahaan tersebut tidak termasuk alokasi dana belanja modal perseroan di tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp6 triliun hingga Rp7 triliun.
Untuk memperoleh dana itu, Semen Indonesia pun berniat untuk kembali menerbitkan surat utang atau bonds berkisar antara Rp1 triliun hingga Rp2 triliun. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Amartha Prosper resmi meluncur, tawarkan imbal hasil 6,5–14 persen per tahun dengan konsep… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More