Perbankan

Sematkan Fitur Baru, Volume Transaksi Investasi Bank Mandiri Naik

Jakarta – Bank Mandiri terus melakukan inovasi baru. Salah satunya melengkapi Livin’ by Mandiri dengan pilihan investasi. Hanya dalam waktu dua pekan, fitur yang sudah diakses jutaan kali ini menyumbang total volume transaksi investasi lebih dari Rp100 miliar.

Direktur Information Technology Bank Mandiri Timothy Utama mengatakan bahwa penambahan fitur baru tersebut merupakan upaya Bank Mandiri untuk terus meningkatkan kenyamanan dan memberikan kemudahan bagi nasabah pengguna Livin’ by Mandiri, khususnya untuk transaksi produk-produk Wealth Management.

“Kami selalu menempatkan kenyamanan dan kemudahan nasabah sebagai prioritas utama. Apalagi jumlah pengguna Livin’ semakin bertambah mencapai 13 juta pengunduh per 8 Juni 2022 dan kebutuhannya berbeda-beda. Karena itu kami juga menjadikan Livin’ sebagai platform investasi untuk retaining dan growing wealth nasabah kami,” terang Tim pada keterangannya, Jumat, 10 Juni 2022.

Melalui fitur Investasi yang secara resmi dikenalkan pada 23 Mei 2022, nasabah pengguna Livin’ selain dapat melakukan pembelian, penjualan, dan pengalihan berbagai pilihan produk reksa dana favorit, nasabah juga dapat memonitor portfolio dan melakukan simulasi investasi pada produk reksa dananya.

Untuk dapat menikmati fitur investasi di Livin’ by Mandiri, nasabah pengguna Livin’ hanya perlu mengupdate aplikasi ke versi yang terbaru yang tersedia di store.

Selain itu, Direktur Jaringan & Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto menambahkan fitur investasi dibangun sebagai bagian dari transformasi digital bisnis Wealth Management Bank Mandiri. Inovasi ini sekaligus menjadi solusi bagi nasabah yang berminat mengelola serta mengembangkan dana dengan lebih aman, mudah, dan nyaman.

Adapun, untuk menggunakan menu investasi, pengguna hanya perlu melakukan pendaftaran nasabah investor (SID) terlebih dahulu serta melakukan assessment atas profil risiko nasabah langsung melalui aplikasi Livin’. Setelah registrasi ID investor berhasil, pengguna Livin’ dapat langsung melakukan pembelian reksa dana.

Aquarius menambahkan fitur Livin’ Investasi dapat menjadi solusi tepat dalam menumbuhkan minat investasi yang tumbuh pesat khususnya di kalangan generasi muda. Hal ini tercermin dari jumlah registrasi investor ritel baru Bank Mandiri yang mencapai sekitar 2.000 investor baru per hari hingga pekan kedua setelah fitur Livin’ Investasi diperkenalkan.

“Mulai dari Rp 100 ribu, pengguna Livin’ sudah bisa beli reksa dana tanpa perlu pindah aplikasi. Semakin terjangkau dan memudahkan nasabah yang mau mulai belajar investasi. Minat nasabah terhadap pilihan investasi ini juga terlihat dari pertumbuhan investor baru yang meningkat hingga lebih dari 50 kali lipat setiap harinya,” terang Aquarius.

Selain investasi, Livin’ versi terbaru juga berencana menghadirkan fitur yang mengintegrasikan layanan ekosistem digital favorit nasabah. Dengan begitu, masabah bisa memilih ekosistem digital yang sesuai dengan lifestyle masing-masing, seperti ticketing, online transportation, entertainment, dan lainnya secara langsung di satu aplikasi. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Evan Yulian

Recent Posts

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

1 hour ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

2 hours ago

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

3 hours ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

3 hours ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

4 hours ago