Perbankan

Semakin Kuat, Bank Muamalat Raih Peringkat idA+ dari Pefindo

Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) mendapatkan peringkat (rating) idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan prospek perusahaan ‘stabil’. Peringkat ini juga berlaku untuk surat berharga syariah atau Sukuk Mudharabah 2021 yang telah diterbitkan oleh pionir bank syariah di Indonesia ini.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, peringkat ini merefleksikan posisi perseroan yang semakin kuat di industri perbankan syariah, khususnya pasca aksi korporasi yang dilakukan Bank Muamalat akhir tahun lalu dengan masuknya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP).

“Peringkat dari Pefindo ini menunjukkan bahwa kami telah back on track. Hadirnya BPKH sebagai investor baru membuat permodalan kami semakin kuat dan tentu saja membuat kami lebih optimistis untuk melakukan ekspansi bisnis,” ujarnya dikutip 26 Agustus 2022.

Permana menambahkan, bahwa rating idA+ ini sekaligus adalah momentum yang baik bagi perseroan sehubungan dengan rencana untuk melantai di bursa. Sebagai informasi, Bank Muamalat ditargetkan akan melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia akhir tahun depan.

Pasca raihan positif ini Bank Muamalat akan fokus untuk meningkatkan profitabilitas dan perbaikan kualitas aset. Salah satu strateginya adalah melalui sinergi dengan BPKH selaku pemegang saham pengendali perseroan.

Saat ini BPKH memegang 82,65% saham Bank Muamalat. BPKH resmi menjadi pemilik Bank Muamalat setelah penandatanganan pengalihan saham dari Islamic Development Bank (IsDB) dan SEDCO Group pada tanggal Senin, 15 November 2021 dan Selasa, 16 November 2021. (*) Dicky F

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

5 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

6 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

6 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

7 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

7 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

7 hours ago