Mandiri Bidik Pertumbuhan Transaksi e-Commerce 30%
Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mengaku masih terus melakukan upaya restrukturisasi kredit macet perusahaan tekstil Duniatex Group. Tak tanggung-tanggung, Bank Mandiri bahkan mendesak pihak Duniatex agar dapat menjual aset yang dijaminkan tersebut.
“Untuk duniatex kami berusaha untuk recovery dari asetnya karena asetnya secara persetanse cukup untuk cover kewajibannya. Jadi, Bank Mandiri dengan segala cara berusaha untuk mendapatkan recovery dari penjualan aset. Kami akan push untuk penjualan aset, supaya kami bisa mendapat recovery sebaik-baiknya,” jelas Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar di Plaza Mandiri Jakarta, Senin 9 Desember 2019.
Royke tak memungkiri bahwa pada segmen industri pengolahan ada peningkatan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).Namun, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan, sebab beberapa segmen lain juga masih perlu diwaspadai diantaranya segmen CPO beserta turunannya yang mengalami kenaikan NPL karena komoditas.
Di kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Strategi Silvano Winston Rumantir, mengaku akan fokus menjaga kualitas aset dengan target penyaluran kredit yang selektif dan tepat sasaran. “Kita proaktif shifft ke aset quality improvement untuk beberapa tahun ke depan. Itu perlu dikombinasikan dengan target loan growth yang selektif, tepat sasaran dan menjaga kualitas aset,” kata Silvano.
Sebagai informasi saja, tercatat Bank Mandiri memiliki eksposur utang senilai Rp1,8 triliun turun dari nilai pokok awal sebesar Rp 5,5 triliun terhadap Duniatex Group.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan seluruh utang grup Duniatex termasuk utang pemiliknya mencapai Rp 22 triliun. Namun, nilai tersebut saat ini masih dalam penghitungan mengingat perusahaan ini tengah dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), termasuk ihwal keputusan penjualan aset. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More